
PEKANBARU - Tampak seratusan murid kelas 4 dan 5 SDN 005 Pekanbaru sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai cerita rakyat asli Riau. Mereka sangat tertarik mendengarkan cerita yang belum pernah mereka dengar seperti Legenda Ikan Patin, Batang Tuaka, atau Putri Mambang Limau. Acara bertajuk "Sastranesia" yang diselenggarakan oleh Duta Bahasa Provinsi Riau, Sabtu(27/2) bekerja sama dengan Duta GenRe dan komunitas dongeng Sahabat Pelangi.
Dalam kegiatan ini, anak-anak dibagi kedalam kelompok kecil untuk mendengarkan cerita rakyat dari para duta bahasa. Yang kemudian setiap kelas akan dipilih satu perwakilan untuk berdongeng di akhir acara.
Kepala sekolah SDN 005 Pekanbaru, Nur Eyuni menyambut positif kegiatan Duta Bahasa Provinsi Riau ini. Menurut Nur, program ini sangat baik untuk memperkenalkan sastra sejak dini.
Ricko Avaldy, salah satu duta bahasa ketika menceritakan cerita rakyat berjudul Putri Mambang Limau kepadapara murid.
''Kami sangat mengapresiasi dengan adanya program dari duta bahasa dalam memberi ilmu kepada anak-anak. Harapannya tidak hanya dilaksanakan di satu sekolah saja namun dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan,'' ujarnya.
Koordinator program Sastranesia, Fembiarta Binar menyebutkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap karya sastra lokal sejak dini.
''Banyak anak-anak yang mulai lupa bahwa budaya melayu ini memiliki karya sastra dan cerita rakyat yang mengandung banyak nilai dan petuah. Kecintaan terhadap sastra lokal menjadi tujuan utama Duta Bahasa Provinsi Riau dalam melaksanakan progtam ini. Dua minggu kedepan, kita juga akan kembali melaksanakan Sastranesia di Madrasah Al-Hidayah,'' ujar karyawan RAPP ini.
Fembiarta Binar, Duta Bahasa 2015 tengah memberi sumbangan buku secara simbolis kepada SDN 005.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umar Solikhan juga sangat mendukung kegiatan Sastranesia ini. Sebagai payung duta bahasa, balai akan terus mendorong agar para duta terpilih mampu menjadi inspirasi bagi lingkungannya.
''Balai bahasa akan selalu mendukung program dari duta bahasa, terutama kegiatan "Sastranesia" ini. Kami berharap para duta bahasa mampu memotivasi dan menginspirasi generasi muda untuk mengenal cerita rakyat asli Melayu,'' ungkap Umar.
Di akhir acara, selain menampilkan dongeng dari komunitas Sahabat Pelangi, Duta Bahasa juga membagikan belasan hadiah menarik dari RAPP dan menyumbangkan puluhan buku dari Balai Bahasa Provinsi Riau. (rls)