PEKANBARU - Saat ikut mendampingi Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Ketua PGRI Riau Dr. Syahril, S.Pd, MM sempat berkeluh kesah soal nasib guru Riau ke Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Dalam perbincangan singkat tersebut, Wakil Presiden berpesan, dalam perhelatan PB Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru di Lkabupaten Siak hendaknya bisa dilaksanakan dengan baik dan berjalan dengan sukses.

"Wapres juga meminta Riau agar bisa meningkatkan mutu pendidikan. Karena dengan peningkatan mutu pendidikan dari sang guru anak didik akan bisa bersaing kedepannya," kata Syahril mencerita hasil pertemuan tersebut.

Pemerintah Indonesia, ujar Sayhril, telah menetapkan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Tapi besaran anggaran yang ditetapkan itu tergantung pada kondisi keuangan negara.

"Ini adalah perkembangan ekonomi digerakkan produktivitas, didukung teknologi. Teknologi didapatkan dari pendidikan," lanjutnya.

Oleh karena itu, Wapres mengimbau para guru untuk dapat bersyukur dengan gaji dan tunjangan yang ada saat ini karena jika APBN meningkat maka nilai dari anggaran 20 persen itu juga akan meningkat.

Menurut Syahril, saat ini banyak keluhan para guru yang kerap menuntut haknya hingga di depan Istana Presiden. Riau sendiri, sambungnya, PGRI Riau banyak dialog dan melakukan diskusi-diskusi untuk mencari penyelesaian dengan cara yang tidak memperkeruh suasana.

"PGRI Riau terus berjuang ke pusat. Dan ini akan kami lakukan terus menerus," pungkasnya.(rls)