PEKANBARU, GORIAU.COM - Dinilai anggota DPRD Riau sebagai 'pembunuh' pedagang kecil atas menjamurnya gerai Alfamart di Kota Pekanbaru, sepertinya pihak Alfamart kurang setuju dan malah meminta data berapa pedagang yang 'mati' karena Alfamart.

Moriah Tobing selaku Corcom Alfamart Pekanbaru saat di mintai tanggapan atas tudingan ini malah balik bertanya sudah berapa pedagang yang 'mati'.

"Sekarang Alfamart minta datanya berdasarkan omongan? Jangan asal ngomong tetapi ngomong harus berdasarkan fakta dan realita," tantangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Riau Eddy M Yatim menilai menjamurnya gerai Alfamart dan Indomaret di Kota Pekanbaru atas izin yang dikeluarkan pemerintah Kota Pekanbaru telah 'membunuh' usaha pedagang kecil.

''Sebagai pembina perdagangan di daerah, tidak selayaknya pemerintah menggunakan tangan Alfamart dan Indomaret untuk membunuh pedagang kecil. Tugas pemerintah selain menggali PAD juga melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan menggerakkan usaha kecil yang dimiliki masyarakat. Jika ekspansi keduanya tak dibatasi niscaya pedagang kecil tak akan bisa lagi menggantungkan hidupnya dari perdagangan,'' ujarnya.

Karena itu, tambahnya, pemerintah kota dan kabupaten se-Riau harus menghentikan pembunuhan pedagang kecil lewat 'tangan' Alfamart dan Indomaret. Gerak keduanya harus dibatasi bukan dilarang.

''Kita minta ini dibatasi. PAD yang disetorkan Alfamart dan Indomaret tidak akan bisa membiaya hidup keluarga pedagang kecil yang mati karena keduanya. Jika ini dibiarkan, akan terjadi krisis sosial yang dampaknya justru akan semakin besar,'' tutupnya.(adi)