
PEKANBARU – Pencegahan stunting atau gizi buruk akut yang menyebabkan perkembangan anak tidak normal harus dimulai dari orang tua. Diantaranya, dengan memastikan kesehatannya sejak sebelum masa kehamilan hingga anak dilahirkan dan bertumbuh.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, Jumat (12/8/2022). Ia menjelaskan, untuk menjaga kesehatan, diperlukan kecukupan dan keseimbangan gizi yang dikonsumsi.
Oleh karenanya, ia mengimbau kepada orang tua agar tidak menyediakan makanan tertentu saja, apalagi untuk anak-anaknya yang sedang masa pertumbuhan. Termasuk menghindari sering makan mie instan.
"Anak-anak itu membutuhkan semua zat gizi untuk pertumbuhan. Semuanya harus cukup dan seimbang, antara karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral lainnya," ujarnya.
"Maka dari itu, jangan hanya disediakan makanan yang tertentu saja. Misalnya makan mie instan, karena mie itukan hanya karbohidrat dan lemak," jelasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan tahun 2021, ada 303 anak yang terindikasi mengalami stunting. Namun, Pemko Pekanbaru harus berupaya melakukan pencegahan kepada 100.000 anak berpotensi stunting di tahun depan.
"Kita menghitung ada 100.000 yang berpotensi menjadi stunting tahun depan. Maka ini harus diwaspadai, dan Pemko sudah melakukan fokus pada penurunan prevelensi stunting hingga tahun 2024," jelasnya.
Ia mengimbau agar orang tua rajin melakukan pemeriksaan ke Posyandu untuk mengetahui, jika ada gejala stunting lebih cepat. Serta segera membawa anak ke Puskesmas jika anak sakit.
"Petugas gizi dari Puskesmas itu ada, mereka turun ke Puskesmas. Maka kita imbau warga rajin memeriksakan anak-anaknya ke Posyandu," pungkasnya. ***