PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Brigjen Supriyanto jauh-jauh datang ke Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Kamis (2/6/2016) siang. Agenda orang nomor satu di kepolisian Riau ini untuk meresmikan Kampung KB (Keluarga Berencana) yang digadang-gadang pertama dibentuk di Kabupaten Siak.

Kedatangan Brigjen Supriyanto disambut langsung oleh Bupati Siak, Syamsuar, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Peresmian Kampung KB ini ditandai dengan penandatanganan prasasti serta membuka tirai tugu Kampung KB Desa Tualang. Tak lupa, Kapolda dan Bupati menuliskan pesan terkait pentingnya KB.

"Keluarga yang tangguh adalah keluarga yang sejahtera, ayo ikut KB, dua anak cukup," tulis Brigjen Supriyanto dalam selembar kertas pesan. Senada dengan itu, Syamsuar juga menulis "Mari kita utamakan program KB, dua anak cukup, Laki-laki atau perempuan sama saja," tulis Bupati Siak.

Dua pesan pendek itu ada maknanya, yakni sebagai bentuk komitmen dan kepedulian Polri terhadap masa depan masyarakat, sekaligus sebagai puncak Hari Bhayangkara yang jatuh 1 Juli nanti. "Riau ini masuk 10 besar pertumbuhan penduduk tertinggi di Indonesia, dari sekarang kita semua harus mengendalikannya," urai Brigjen Supriyanto.

Beralasan, mengingat hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, pelayanan kesehatan, gizi serta kerusakan lingkungan dan tentu saja berkaitan erat dengan meningkatnya angka kemiskinan. "Itu yang harus dikendalikan. Belum lagi jika membahas mengenai peningkatan kriminalitas yang dipicu ledakan penduduk," sambungnya.

Potensi yang ditimbulkan mencakup seputaran permasalahan sosial. Untuk itu Polri mengambil langkah dengan menggandeng pemerintahan guna menggalakkan program KB. "Kita punya pelayanan kesehatan hingga tingkat desa, tentu akan membantu program dan mempercepat revitalisasi program KB," ujar Supriyanto.

Sementara Bupati Siak Syamsuar menyatakan kalau Kampung KB di Desa Tualang, adalah program pertama di wilayah yang ia pimpin. "Di sini masyarakat sangat aktif melakukan kegiatan sosial disegala bidang, dan jumlah penduduknya cukup dominan. Jadi ini sangat tepat dijadikan project pertama.

"Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, agar taraf hidup meningkat. Kita menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, khususnya reproduksi. Mudah-mudahan akan berlanjut ke daerah-daerah lainnya," tukas Syamsuar usai acara. ***