SIAK SRI INDRAPURA, - Kendati diakui sebagai salah satu keajaiban dunia, namun keberadaan Danau Zamrud yang merupakan gabungan dua danau yang terletak di hutan rawa gambut basah di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, kondisinya semakin memprihatinkan.

Untuk menjaga kelestarian Danau Zamrud itu, Pemkab Siak terus berupaya memperjuangkan kepada Pemerintah Pusat agar area seluas 28 ribu hektare itu ditetapkan sebagai Taman Nasional.

"Setelah diperjuangan selama 15 tahun sejak 2001, akhirnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengukuhkan kawasan Zamrud sebagai Taman Nasional," jelas Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi kepada GoRiau.com, Jumat (20/5/2016).

Dengan dikukuhkannya Zamrud sebagai Taman Nasional, kata Bupati, tentunya pengawasan terhadap kawasan hutan lindung ini semakin diperhatikan. Dimana, nantinya akan dibangun Balai Besar Konservasi di pintu masuk Zamrud tersebut.

Ads
"Selama ini kan kurang diperhatikan, sehingga sering terjadi pembalakan liar di sana. Kalau nanti sudah ada Balai Besar Konservasi di sana, tentu penjagaan semakin diperketat," ujarnya.

"Nanti kawasan Zamrud ini juga dibagi zonasi-zonasinya, bisa untuk pariwisata, penelitian, pendidikan, dan juga rencana eksploitasi minyak yang ada di Zamrud itu," tambah Syamsuar.

Danau Zamrud merupakan gabungan dari dua danau yang terletak di hutan rawa gambut basah, yaitu Danau Pulau Besar seluas 2.416 hektare dan Danau Bawah 360 hektare. Danau Zamrud memiliki keunikan, dimana pulaunya bisa berpindah-pindah. Terdapat empat pulau utama, yaitu Pulau Besar, Pulau Tengah, Pulau Bungsu dan Pulau Beruk. Uniknya, keempat pulau di Danau Besar ini merupakan pulau yang bisa berpindah atau disebut juga pulau hanyut. Pulau jenis ini terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan sehingga pada saat-saat tertentu pulau itu dapat berpindah ketempat-tempat yang berbeda.

Danau Zamrud telah dijadikan sebagai kawasan suaka margasatwa sejak 25 November 1980 oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai kawasan konservasi kawasan ini juga dikembangkan untuk riset ilmu pengetahuan dan obat-obatan.

"Danau rawa ini kan termasuk keajaiban dunia. Mudah-mudahan dengan dikukuhkan menjadi Taman Nasional, keberadaan Zamrud ini bisa dimanfaatkan, baik untuk pariwisata, penelitian, pendidikan dan juga sebagai kawasan suaka margasatwa di Kabupaten Siak," jelas Syamsuar.(***)