Mungkin sebagian orang hujan adalah berkah, tapi bisa jadi musibah. Terlebih untuk mereka yang tinggal di daerah terisolir dengan kondisi jalan belum dibeton.
Di Kepulauan Meranti, ada nama daerahnya Pulaubesar. Di sini, ada lebih kurang 600 meter jalan yang belum dibeton sama sekali. Padahal, jalan tanah itu merupakan urat nadi bagi penduduk Kuala Merbau dan sekitarnya untuk menuju ke wilayah kota.
Jalan yang belum tersentuh pembangunan sama sekali itu merupakan akses menuju Renak Dungun ke Batang Meranti. Kondisi jalan tersebut berdebu di musim panas dan becek serta lengket pada musim penghujan.
Pantauan GoRiau, di Pulaubesar ini sangat jarang ditemukan rumah penduduk. Di kiri kanan jalan terlihat tumbuhan padi, pisang dan beberapa tumbuhan lainnya.
Menurut cerita warga Pulau Merbau Kepulauan Meranti, Riau, jalan di Pulaubesar itu akan sulit dilewati setelah reda hujan. Sebab, kondisi tanah yang disebut tanah liat itu akan lengket di ban sepeda motor dan memenuhi ruang antara spakbor (sayap dalam bahasa setempat, red) dan ban luar.
Kesulitan ini pernah dikeluhkan beberapa warga Pulau Merbau.
Dapat dibayangkan, bagaimana jika yang melintasi jalan tersebut adalah orang yang sedang sakit maupun orang tua. Belum lagi kendaraan ngadat, sementara bengkel tidak ada di lokasi tersebut. Alamatlah menangis tanpa suara.
Sebelumnya, beberapa tahun silam, ada salah seorang warga Pulau Merbau (sekarang sudah meninggal dunia, red), sempat menghibahkan tanah untuk kegunaan pembangunan Kantor Camat Pulau Merbau. Pemberian tanah dengan cuma-cuma itu diharapkan bisa membuat Pulaubesar ramai oleh aktivitas masyarakat. Selain ramai, tentu jalan di Pulaubesar akan dibeton sehingga mudah dilewati masyarakat.
Namun, niat baik itu tidak berbuah manis. Pembangunan kantor di tanah hibah dari warga tersebut terbengkalai. Pulaubesar kembali tertinggal dan terisolir.
Kondisi itu masih bertahan hingga saat ini (Selasa tanggal 11 Agustus 2015).
Terkait pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR) yang direncanakan akan membuka isolir Pulau Merbau, menuai pro dan kontra. Warga yang tidak mendukung pembangunan JSR sejak awal semakin menyesali ketika jembatan kebanggaan itu terbengkalai begitu saja, alias tidak selesai pembangunannya.
PT Nindya Karya yang merupakan perusahaan plat merah tidak menyelesaikan JSR. Entah apa alasannya, kini JSR hanya merupakan tiang-tiang besi yang saat ini menjadi bahan ejekan bahwa Bupati Kepulauan Meranti periode 2010-2015, Drs H Irwan MSi, telah gagal. H Irwan dinilai gagal karena proyek JSR yang merupakan proyek Multiyears itu hanya ada tiang besi.
Dalam bincang-bincang GoRiau dengan salah seorang tokoh Pulau Merbau (enggan namanya disebut) menyesali atas JSR. Menurut laki-laki berambut plontos itu, jika uang ratusan miliar untuk JSR dibangunkan jalan beton, maka Pulau Merbau (terutama yang melewati jalan di Pulaubesar) tidak akan lagi terisolir.
"JSR tak siap. Andai uang untuk JSR itu dibangunkan jalan, tentu tidak ada lagi jalan yang belum dibeton," katanya kepada GoRiau.
Kini, harapan agar jalan di Pulaubesar itu dibangun kembali dipertaruhkan. Ada dua pasangan Balon Kepala Daerah Kepulauan Meranti yang akan bertarung pada Desember 2015 ini. Keduanya tentu mempunyai tujuan yang sama, yaitu ingin membangun Meranti.
Namun, kepada kedua pasangan itu, masyarakat sangat berharap pembangunan bisa menyentuh langsung ke masyarakat. Pembangunan yang diinginkan dan diharapkan masyarakat, bukan pembangunan tidak tepat sasaran.
"Kita tidak ingin pembangunan tak tepat sasaran, terlebih lagi pembangunan itu terbengkalai. Kita harap calon kepala daerah ini tidak mengorbankan harapan masyarakat," ujarnya pula.
Sama-sama saja ditunggu kelanjutan pembangunan di Meranti. Apakah akan ada perubahan besar-besaran, atau hanya seperti tahun-tahun yang lalu. Dimana, masih banyak daerah yang terisolir, kurangnya sarana pendidikan dan kesehatan. Harapan itu kini digantungkan setinggi-tingginya bagi mereka yang ingin menjadi kepala daerah.
Semoga kedua pasangan kepala daerah Meranti tetap membangun Meranti meski tidak jadi bupati dan wakil bupati, sebagaimana niat mereka yang mereka sampaikan kepada masyarakat.
(zal)