PANGKALAN KERINCI - Dampak matinya puluhan ribu ikan di aliran Sungai Kampar, berimbas pada hilangnya sumber mata pencaharian para kaum nelayan di wilayah Kecamatan Pelalawan dan Kecamatan Teluk Meranti.

Dua wilayah kecamatan ini meliputi Desa Pangkalan Panduk, Pangkalan Terap, Kuala Tolam, Rangsang dan Sungai Ara.

"Sebagian besar penduduk yang ada di tepian Sungai Kampar hidupnya bergantung pada pendapatan hasil tangkapan ikan," kata Ebit, Kamis (27/12/2018).

Menurut warga Pangkalan Terap ini, kebutuhan hidup masyarakat di bantaran Sungai Kampar sangat bergantung dari hasil tangkapan ikan sungai.

"Mulai dari biaya hidup sehari-hari, biaya anak anaksekolah. Artinya dengan matinya ikan-ikan di sungai tersebut mati juga mata pencaharian mereka," ujarnya kepada GoRiau.

Bahkan kata Ebit, kebutuhan air mulai dari mencuci hingga untuk dikonsumsi masyarakat masih mengandalkan air sungai. "Kami, masyarakat sangat berharap ada solusi dari masalah ini," tandasnya. ***