JAKARTA -- Jumlah dokter di Tanah Air yang meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19 sudah mencapai 401 orang. Sebanyak 26 orang wafat pada Juni 2021.

Dikutip dari Republika.co.id, Ketua terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan, peningkatan jumlah kematian dokter akibat Covid-19 selama Juni 2021 mencapai empat kali lipat dibanding Mei 2021 dibanding Mei 2021 lalu. Pada Mei ada 6 dokter meninggal dunia akibat Covid-19.

''Gambaran ini memperlihatkan jumlah dokter yang meninggal meningkat pada bulan Juni,'' kata Adib melalui konferensi pers virtual, Jumat (25/6), seperti dilansir Anadolu Agency.

Selain merenggut nyawa ratusan dokter, Covid-19 juga telah menyebabkan meninggalnya 315 perawat, 25 tenaga laboratorium, 43 dokter gigi, 15 apoteker, dan 150 bidan.

Namun, IDI belum memberikan data terkait jumlah dokter yang meninggal usai menerima vaksin Covid-19.

Adib menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini telah membuat rumah sakit dalam kondisi krisis dan menanggung beban yang berat.

Menurut dia, penanganan lonjakan kasus tidak bisa dilakukan hanya dengan menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit.

''Jangan dengan adanya pasien yang luar biasa kemudian menambah jam kerja. Itu menambah risiko pada tenaga kesehatan,'' kata Adib.

Indonesia sejauh ini telah melaporkan 2,07 juta kasus Covid-19 setelah bertambah 18 ribu kasus pada Jumat.

Angka kematian telah menembus 56 ribu, sedangkan jumlah kasus aktif mencapai 180 ribu.

Lonjakan kasus terjadi di Pulau Jawa, khususnya Jakarta yang melaporkan lebih dari 6 ribu kasus dalam dua hari terakhir.

Kementerian Kesehatan merespons situasi ini dengan menunjuk tiga rumah sakit di Jakarta menjadi khusus untuk menangani Covid-19 dan mengubah Instalasi Gawat Darurat di ibu kota menjadi ruang isolasi perawatan pasien Covid-19.

Sementara itu, pelayanan IGD dibuka di tenda yang didirikan di luar rumah sakit.***