PEKANBARU – Realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Riau sepanjang tahun 2025 ternyata masih jauh dari target. Program yang menjadi bagian dari Hastacita Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan tersebut baru menyentuh angka 19 persen dari sasaran awal sebesar 36 persen.
Menyikapi minimnya capaian itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Zulkifli, langsung mengumpulkan seluruh perwakilan Bidang Kesehatan Masyarakat dari kabupaten dan kota se-Riau. Pertemuan ini digelar untuk mengevaluasi total pelaksanaan CKG sekaligus merumuskan strategi pelayanan kesehatan tahun 2026.
"Kita sudah melakukan koordinasi terkait capaian program Hastacita Presiden di bidang kesehatan, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG)," ujar Zulkifli saat dikonfirmasi GoRiau.com, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan data yang ditarik dari aplikasi ASIK milik Kementerian Kesehatan, angka 19 persen tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi instansi terkait. Rendahnya partisipasi menunjukkan pemerintah daerah perlu bekerja ekstra keras dalam memperkuat sosialisasi ke tengah masyarakat.
"Ini tentu menjadi perhatian kita semua, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat," tegasnya.
Secara konsep, program CKG dirancang sebagai instrumen preventif untuk mendeteksi berbagai potensi penyakit sejak dini. Melalui pemeriksaan rutin minimal satu kali dalam setahun di puskesmas terdekat, masyarakat diharapkan bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara pasti.
"CKG ini penting agar masalah kesehatan bisa terdeteksi lebih awal. Jika ada gangguan, kita bisa segera melakukan penanganan dan pengobatan," jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Diskes Riau mematok peningkatan signifikan untuk capaian CKG. Langkah yang disiapkan meliputi penguatan koordinasi lintas daerah, optimalisasi fasilitas layanan kesehatan, serta dorongan aktif agar warga Riau lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan medis berkala. ***


