PEKANBARU - Desa Buatan I merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Desa ini terletak di tepi Sungai Siak yang kaya akan berbagai jenis ikan antara lain ikan patin, ikan baung, ikan pantau, ikan juara dan lain-lain.

Hal inilah yang menjadi faktor utama masyarakat memilih bekerja sebagai nelayan. Berdasarkan data demografi desa, sebanyak 30 persen masyarakat Desa Buatan I berprofesi sebagai nelayan.

Ikan hasil tangkapan nelayan umumnya dijual langsung kepada masyarakat atau ke Pasar Buatan. Setiap satu kg ikan dijual dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp25.000 per kilonya. Sebagian nelayan mengaku penghasilan yang didapat dari penjualan ikan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun beberapa nelayan juga mengaku bahwa cukup kesulitan menjual ikan dikarenakan banyaknya masyarakat yang juga berprofesi sebagai nelayan.

Selain itu, ikan hasil tangkapan tidak bertahan lama. Beberapa nelayan mengeluh bahwa ikan hasil tangkapan sering membusuk apabila tidak laku terjual. Hal inilah yang mendorong Tim Kukerta Unri yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Muftil Badri ST,MT, untuk menemukan inovasi tentang pengolahan ikan sungai.

Setelah melakukan diskusi kelompok dan mewawancarai masyarakat. Mahasiswa memutuskan untuk membuat demonstrasi pengolahan ikan sungai menjadi abon ikan. Ikan yang dipilih untuk menjadi bahan baku abon adalah ikan patin.

Demonstrasi pembuatan abon dari ikan patin dilaksanakan pada hari Senin, 5 Agustus 2019 di Aula Kantor Desa Buatan I. Kegiatan ini ditujukan kepada Ibu-Ibu Penggerak PKK. Kegiatan ini dimulai pada pukul 15.00 WIB, Mahasiswa KUKERTA mengungkapkan bahwa demonstrasi abon patin ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat tentang pemanfaatan ikan sungai sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan.

"Terima kasih kepada mahasiswa Kukerta Unri yang telah menambah wawasan kami tentang pengolahan ikan patin, dalam waktu dekat kami akan menghubungi adik untuk wawancara lebih lanjut tentang pembuatan abon ini," ungkap Ketua PKK Desa Buatan I, Epi.

Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta yang dibuktikan dengan peserta yang aktif bertanya selama acara bahkan beberapa ibu-ibu melakukan diskusi lanjutan dengan mahasiswa Kukerta Unri untuk mengembangkan usaha rumahan pembuatan abon ikan. ***