BENGKALIS, GORIAU.COM - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan serangkaian peninjauan terhadap pelayanan publik yang dimiliki oleh Kabupaten Bengkalis. Kunjungan dilakukan oleh anggota VI BPK RI H Rizal Djalil dan Kepala BPK RI Perwakilan Riau Widiyatmantoro, Senin (10/9/2012). Diantara faslitas yang dikunjungi adalah Pelabuhan Banda Sri Setia Raja Selatbaru, RSUD Bengkalis dan Politeknik Negeri Bengkalis

Usai melakukan kunjungan Rizal Jalil mengungkapkan, pelabuhan BSSR hendaknya di tingkatkan pelayanannya. Begitu juga dengan keberadaan RSUD Bengkalis yang dibangun dengan dana luar biasa besar, hendaknya lebih dimantapkan lagi. Karena Kabupaten Bengkalis memiliki kemampuan untuk itu, tentunya perlu bantuan serta koordinasi dengan Departemen Kesehatan, khusus untuk optimalisasi pelayanan Depkes sudah punya orang-orang yang siap membantu.

“Bengkalis punya program Jamkesmasda, tentunya perlu didukung Depkes dan optimalisasinya butuh rembuk yang baik antara pemerintah daerah, sehingga jangan terkesan ingin bangun gedung tapi jalan sendiri-sendiri, tanpa melihat aturan dan peraturan yang ada, terutama berkaitan dengan masalah keuangan,” ujar Rizal Djalil.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/10092012/bpkri1jpg-17.jpg

Terkait dengan masalah keluhan obat-obatan di RSUD Bengkalis, Rizal didampingi Kepala BPK RI Perwakilan Riau Widiyatmantoro sedikit mengupas masalah stoke opname obat-obatan yang ada. Masalah pelayanan di RSUD tidak terlepas dari ketersediaan obat-obatan, maka dari itu stoke opname ketersediaan obat-obatan RSUD menjadi salah satu perhatian, diharapkan petugas RSUD bisa memahami teknisnya karena sudah ada aturan yang jelas.

“RSUD menjadi salah satu sentral pelayanan kesehatan. Harus diperhatikan soal pelayanan cuci darah, penyimpanan darah, sehingga kondisi penyakitnya tidak membuat pasien justru meninggal akibat pelayanan cuci daerah dan penyimpanan darahnya yang tidak bagus,” ucapnya.

Selain itu juga masalah aset di lingkup Pemkab Bengkalis, papar Rizal Djalil, menjadi salah satu persoalan yang harus dituntaskan dan Pemkab Bengkalis diberi waktu untuk menyelesaikannya dengan baik. Sehingga tahun depan pengelolaan keuangan di Bengkalis bisa membaik.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/10092012/bpkri2jpg-18.jpgBicara masalah pendidikan dan kesehatan ini, mantan anggota DPR dan MPR 2004-2009 ini menyatakan BPK RI siap mendukung segala bentuk program pendidikan yang dijanjikan Pemkab Bengkalis. Fokus kepada Politeknik Bengkalis, BPK RI juga menyambut baik dan mendukung atas upaya penegrian Politeknik Bengkalis yang saat ini sedang berjalan. Politeknik Bengkalis salah satu institusi pendidikan yang sangat praktis, seluruh bidang yang distudikan sesuai dengan kondisi daerah.

“Masalah aset kita akan coba mengundang seluruh Bupati se-Riau. Setelah nantinya melakukan pertemuan dengan Presiden RI bersama pimpinan BPK RI di Jakarta. Bengkalis memiliki aset yang nilainya mencapai cukup besar,” katanya. (rls/jfk)