
PEKANBARU - Perubahan sektor ekonomi di Pekanbaru terjadi secara besar-besaran sejak sepuluh tahun terakhir sewaktu sensus ekonomi tahun 2006 lalu. Dimana, sektor bisnis berbasis online di Pekanbaru lebih menunjukan perkembangannya yang lebih pesat dan lebih dominan diminati oleh pelaku usaha.
"Perubahan struktur ekonomi terjadi begitu dahsyat setelah sensus ekonomi sepuluh tahun yang lalu. Sektor-sektor baru bermunculan seiring berkembangnya bisnis berbasis IT atau bisnis online," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Mawardi Arsyad saat memberikan kata sambutan pada acara Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto & Informasi Sosial Ekonomi (PDRB-ISE) se-Sumatera Tahun 2016, Kamis (2/6/2016) di Hotel Aryaduta Pekanbaru.
Meski dikelola oleh perorangan, kata Mawardi, bisnis online dapat menghasilkan output dan omset yang mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Sehingga bisnis ini dinilai menjanjikan dan mudah saja dilakoni oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Sektor baru ini dapat menjadi primadona, tidak melulu sektor primer pertanian, pertambangan, dan migas (minyak dan gas) saja yang dapat diandalkan," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, sensus ekonomi tahun 2016 ini secara nasional diperpanjang hingga 15 Juni 2016. Sementara, hasil sensus ekonomi Pekanbaru per tanggal 1 Juni 2016 ini menunjukan pertumbuhan jumlah pelaku usaha di Pekanbaru mengalami kenaikan hingga 80 persen. "Pekanbaru merupakan salah satu kota besar di Riau yang menjadi pusat sensus ekonomi kita," tutupnya. (*/rat)