PEKANBARU, GORIAU.COM - Bencana kabut asap di Provinsi Riau, khususnya yang melanda Kota Pekanbaru, bukan hanya menjadi derita bagi warganya, namun sebagian orang malah mendapat rejeki tambahan.

Ada Khimah dibalik bencana, kata-kata tersebut terucap dari salah satu pedagang yang biasa menjual batu akik di Jalan Balam, sekitar komplek Kampus UIN Susqa Pekanbaru.

Bak sulap, sepanjang jalan balam yang biasanya dipenuhi pedagang batu akik, tiba-tiba pemandangan berubah. Masker warna-warni menghiasi sepanjang trotoar yang biasa dipenuhi dengan batu-batu cincin.

Sebut saja Andre, yang sudah sepekan belakangan ini beralih profesi dengan menjual masker. "Sekarang lagi musim orang pakai masker mas, jadi penjualan akik juga sepi, makanya kami beralih menjual masker," ungkap Andre kepada GoRiau.com, Senin (7/9/2015).

Andre menjelaskan, pendapatanya kini naik dua kali lipat dibanding saat dia menjual batu akik.

"Saat jualan cincin paling banyak sehari bersih Rp250 ribu mas, tapi musim kabut asap ini saya bisa kantongi Rp500 ribu," tambahnya

Pemandangan serupa juga terjadi di sepanjang Jalan HR Soebrantas Panam. Pedagang masker musiman yang rata - rata penjual akik juga memenuhi trotoar.

Masker yang dijualpun berfariasi dari mulai harga terendah Rp5000 sampai Rp10.000 perbuahnya.

"Mumpung masih ada kesempatan kami alih profesi mas, nanti kalau kabutn sudah hilang, ya kami kembali jualan akik," cerita Anto pedagang masker asal Bukit Tinggi Sumbar.(dnl)