SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pembangunan pelabuhan (Jembatan) sebagaimana yang didambakan masyarakat Desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, sepertinya belum bisa dipastikan. Kendala utama adalah belum adanya Detail Engineering Design (DED) jembatan tersebut.
Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kepulauan Meranti, Ardahni, melalui sekretaris Dishubkominfo, Yulizar M, Minggu (15/12/2013) lalu.
Yulizar menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen membangun pelabuhan yang diharapkan masyarakat tersebut. Hanya saja, kata Yulizar, pihaknya terlebih dahulu harus mempersiapkan DED atau perancangan yang matang, sehingga nantinya pelabuhan itu benar-benar dibangun sesuai harapan.
Selain itu, Yulizar mengungkapkan, Kadishubkominfo berpendapat dan menginginkan pembangunan pelabuhan di Kepulauan Meranti dapat dilakukan secara permanen mulai kerangka hingga lantainya. Sehingga bisa tahan lama dan efisien dimanfaatkan. Jadi, tidak menggunakan pola lama, yang mana bagian atas (lantai dan balok) dibangun dengan menggunakan papan/kayu.
"Karena itulah, kita harapkan masyarakat bisa memahami hal ini. Namun yang jelas, kita akan bangun pelabuhan itu dengan perancangan yang matang. Untuk pelaksanaannya, kita belum bisa memastikan sepenuhnya, mungkin di 2015 nanti," ucap Yulizar.
Meski belum dipastikan pembangunan itu, Yulizar menyebutkan bahwa pihak Dishubkominfo Kepulauan Meranti tetap akan meninjau dan mendata pelabuhan di Desa Tanjung Pisang tersebut sebelum dibangun.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Tanjung Pisang Seliyanto dan Ketua BPD Tanjung Pisang Zizamzul, menyampaikan keluhan mereka atas tidak adanya pelabuhan di Desa Tanjung Pisang yang menyebabkan mereka harus menempuh jarak puluhan KM untuk menuju pelabuhan di desa sebelah sebelum melakukan keberangkatan ke Selatpanjang, Bengkalis, maupun ke tempat lain.(zal)