
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Aktifitas pencurian timah terus berlangsung tak jauh dari perbatasan Kepulauan Riau (Kepri) dan Pelalawan, tepatnya di Pulau Seruse, Kecamatan Kuala Kampar. Aktifitas pencurian yang diketahui telah berlangsung lama di bumi Pelalawan ini, dilakukan pada malam hari.
Dituturkan oleh Dedi, salah satu warga Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, Rabu (11/2/2015), aktifitas pencurian tersebut dilakukan oleh kapal-kapal yang diduga berasal dari luar wilayah Kabupaten Pelalawan.
"Aktifitas ini sudah lama, mereka beraksi saat malam sampai pagi, sekitar jam 23.00-04.00 WIB. Kapal-kapalnya sepertinya berasal dari Kepri," ungkap Dedi.
Dijelaskan Dedi, lokasi pencurian timah yang tak jauh dari wilayah perbatasan memudahkan para pelaku pencurian melakukan kegiatannya. Sehingga jika ada aparat atau warga setempat yang akan melakukan penangkapan, para pencuri sangat mudah untuk melarikan diri.
"Memang tak jauh dari perbatasan sehingga mereka mudah lari, jika ada warga atau kepolisian kita (Polair Polres Pelalawan, red) yang berusaha menggrebek,'' jelasnya.
Dedi bahkan mengakui, jika dirinya telah menyaksikan aksi pencurian timah tersebut secara langsung bersama aparat Desa Tanjung Sum, Sungai Solok dan Sungai Upih, Kecamatan Kuala Kampar.
''Saat nampak lampu kapal pompong kami Polair Kepri langsung mengejar kami. Yang pasti pencurian itu memang benar terjadi,'' ungkapnya.
Dikatakan Dedi, kondisi ini tentunya sangat merugikan Kabupaten Pelalawan secara umum dan masyarakat Kuala Kampar khususnya. Dedi berharap, agar Pemkab Pelalawan dan Polres Pelalawan segera melakukan tindakan tegas terhadap aksi pencurian yang merugikan masyarakat dan daerah.
''Desa Sungai Solok, Sungai Upih dan Tanjung Sum, ketiga desa inilah yang paling berdampak langsung terhadap aksi penambangan pencurian timah kita," katanya.
Dedi menambahkan, masyarakat setempat pernah membicarakan persoalan tersebut dengan pihak kepolisian setempat. Namun soal tata batas wilayah yang menjadi kendalanya.
''Alasannya saat itu batas wilayah belum jelas, jadi belum bisa berbuat banyak,'' ujar Dedi menutup.(***)