DUMAI, GORIAU.COM - Belasan pekerja yang mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Dumai, merupakan pekerja di PT. Joe Lang Prima Perkasa dan bukan pekerja dari perusahaan PT. Kuala Lumpung Kempong (KLK). Demikian klarifikasi yang disampaikan Manager PT. Joe Lang Prima Perkasa, Sintong Maruli Tambunan, Senin (26/8/13).
"Belasan pekerja yang mendatangi Disnakertrans Kota Dumai, bukan karyawan PT. Kualau Lumpur Kempon melainkan pekerja dari PT. Joe Lang Prima Perkasa. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait masalah tunjangan tidak tetap. Tunjangan itu sendiri dari sisi uang makan," kata Sintong Maruli Tambunan.Tunjangan uang makan yang dimaksud Sintong Maruli, pekerja yang datang dari luar Dumai mendapatkan uang makan sebanyak Rp30 ribu untuk tiga kali makan. Sedangkan untuk pekerja dari Dumai sendiri mendapatkan uang makan sebanyak Rp10 ribu dan uang transport sebanyak Rp5 ribu. Uang makan ini, kata dia, diberikan kepada pekerja asal Dumai untuk makan siang."PT. Joe Lang Prima Perkasa merupakan Sub Kontraktor di PT. Kuala Lumpur Kempong. Masalah ini internal kami dan tidak ada sangkut pautnya dengan KLK. Maka dari itu kita meluruskan cerita sebenarnya, dan pekerja yang kita rekrut sudah bekerja dengan normal seperti biasanya. Kita sendiri sudah membrifing ke pekerja soal pemberian uang makan ini," kata Sintong Maruli Tambunan.Hasil brifing kepada pekerja sendiri, kata dia, sudah mengerti aturan dan mekanisme berlaku dari perusahaan PT. Joe Lang Prima Perkasa. Malahan kata dia, perusahaanya sudah menjalankan aturan terbaru guna memaksimalkan pekerja di PT. Kuala Lumpur Kempong. Sedangkan untuk masalah ini sendiri, lanjut dia, perkerja dari Dumai menerima apa keputusan yang sudah diberikan perusahaan."Masalah internal kami sudah kelar semuanya kok, tidak ada masalah lagi dan makanya pekerja tidak mendatangi kantor Disnakertrans Kota Dumai, untuk melanjutkan aksinya guna menyampaikan keluhannya. Namun, ada dua orang yang keluar dan itupun tanpa ada unsur paksaan. Dua pekerja itu lebih bagus keluar dan mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan," pungkas Sintong Maruli Tambunan.(egy)