DUMAI - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, karena perusahaan pemasok bbm CV Restu Ibu Bersama diduga melanggar kesepakatan dengan PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dumai. Kelangkaan bbm dirasakan masyarakat Pulau Rupat sebulan belakangan ini.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Dumai Kapten Barnabas F Tallu mengatakan kepada GoRiau.com, Jumat (25/11/2016) sebelum diberhentikannya pasokan bbm tersebut, KSOP Dumai menemukan adanya pelanggaran.

"Saat itu pihak pemasok menghubungi saya untuk meminta izin menyeberang siang hari, yang seharusnya malam hari. Kami rasa itu aneh, setelah diselidiki dan ternyata yang akan diseberangkannya bukan bbm jenis solar, tapi jenis premium," bebernya.

Dalam kesepakatan yang diketahui KSOP Dumai, bbm yang diperbolehkan menyeberang jenis solar, bukan premium. Namun temuan di lapangan ternyata ada premium saat uji coba penyeberangan bbm selama dua minggu ke Pulau Rupat dari Dumai.

"Kalau yang diangkutnya itu solar dan pada malam hari tidak ada masalah, penumpang pun tidak ada. Ini yang diangkutnya premium dan pada siang hari. Tentu itu membahayakan keselamatan penyeberangan kapal roro di dalamnya ada penumpang dan barang, bukan khusus (kapal roro) mengangkut bbm," ungkapnya.

Ia menilai, perusahaan jangan hanya ingin mengejar keuntungan saja, tapi perhatikan segi keselamatan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang akan bertanggungjawab, tentunya KSOP Dumai.

"Kita sudah memberhentikan 3 truk bbm tersebut dan suratnya sudah kita tembuskan ke Dirjen Perhubungan Laut. Dalam surat itu kita juga menyarankan perusahaan pemasok menggunakan LCT atau pontong, serta tongkang untuk menyeberangkan bbmnya," ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala PT ASDP Dumai Sugito Saputro saat dikonfirmasi GoRiau.com membenarkan pemberhentian distribusi bbm yang dilakukan CV Restu Ibu Bersama ke Pulau Rupat dari Dumai menggunakan penyeberangan roro, belum lama ini.

Baca Juga: BBM di Pulau Bengkalis Langka, Ini Penyebabnya

"Mereka (CV Restu Ibu Bersama) telah melanggar izin yang sudah disepakati. Seharusnya membawa solar, ini diselipkan premium. Apalagi KSOP Dumai meminta surat pernyataan jika terjadi hal tak diinginkan merupakan tanggung jawab nahkoda, tentu kita tidak mau. Itu harusnya tanggungjawab yang punya barang," jelasnya.

Baca Juga: BBM Semakin Langka di Siak, Aktivitas Warga Mulai Terganggu

Hingga saat ini pendistribusian bbm ke Pulau Rupat masih terkendala pasca pelarangan oleh KSOP Dumai. Pihak KSOP Dumai pun sudah memberikan solusi, bagaimana pendistribusian bbm yang aman ke Pulau Rupat ke CV Restu Ibu Bersama.*** #DUMAI