DUMAI - Pasca turunnya harga BBM (bahan bakar minyak), Selasa (5/1/2016) pukul 00.00 WIB. Sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) yang ada di Provinsi Riau, mengalami kekosongan. Kekosongan bbm di spbu, tidak hanya terjadi di kota besar, seperti Pekanbaru. Juga berdampak hingga ke kota lainnya, seperti Kota Dumai dan Duri.

PT Pertamina (Persero) melalui Area Manager Communication and Relations Sumbagut, Fitri Erika, saat dikonfirmasi GoRiau.com menjelaskan, Pertamina telah memastikan ketersediaan stok bbm di 3 terminal yang ada di Provinsi Riau, dalam keadaan cukup.

"Ketiga terminal bbm di Riau, berada di Kota Dumai, Siak dan Tembilahan (Kabupaten Indragiri Hulu)," katanya.

Masih dikatakan Fitri, saat ini stok bbm yang ada di 3 terminal tersebut, untuk premium 18.800 kiloliter dan solar 18.500 kiloliter. Pasokan bbm akan terus bertambah dari pipa, maupun kapal tanker ke terminal bbm.

"Untuk pelayanan kebutuhan bbm transportasi dilayani 147 spbu di Riau. Konsumsi bbm di Riau rata-rata, premium 2.400 kiloliter per hari dan solar 1.900 kiloliter per hari," ungkapnya.

Sejak pemberlakuan harga baru bbm, terangnya, terjadi lonjakan permintaan dari spbu. "Mengingat konsumen sudah membeli dengan harga baru (harga yang sudah diturunkan Pertamina, red). Jika spbu ingin menambah pemesanan bisa dilakukan melalui tiga terminal tersebut, tanpa harus menunggu hari esok sampai," tutupnya menjelaskan kepada GoRiau.com.

Saat ini harga premium Rp6.950, solar Rp.5.650, pertamax plus (harga sekarang Rp9.700), dan pertalite (mengikuti harga ekonomi).***