
SIAK SRI INDRAPURA - Ratusan pengendara mobil dan sepeda motor terpaksa gigit jari dan balik kanan setelah sampai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Siak Tumang, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, kondisinya masih tutup. Padahal, SPBU satu-satunya di Kota Siak Sri Indrapura ini menjadi tumpuan warga untuk mengisi (Bahan Bakar Minyak) BBM. Kendati di pinggir jalan bertebaran kios-kios yang menjual BBM, tapi harganya jauh lebih mahal dari harga SPBU.
"Sejak pagi, sudah 3 kali saya bolak-balik ke SPBU ini, tapi sampai sore tetap saja masih tutup. Ya, mau apa lagi, terpaksa ngisi minyak eceran saja," keluh Rudi kepada GoRiau.com, Selasa (5/1/2016).
Hal senada juga dikeluhkan Irma, Iwan dan warga Siak lainnya yang ditemui GoRiau.com di SPBU Siak. Warga berharap, Pemkab Siak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menindak tegas SPBU Jalan Siak Tumang ini karena merugikan konsumen.
"Ini akibat pemerintah daerah kurang tegas. Harusnya ditindak saja, atau bangun lagi SPBU di Siak ini, sehingga warga punya pilihan. Kalau setiap hari beli minyak eceran, selisih harganya Rp2 ribu dari harga SPBU. Mana kuat kita tiap hari beli minyak ketenggan itu," ujar Iwan.
Warga tak peduli terkait adanya rencana pemerintah menurunkan harga BBM, sehingga pihak SPBU tidak mau mengisi stok BBM-nya.
"Mau harga naik, mau turun, itu bukan urusan kita. Kita minta Disperindag memberi sanksi tegas kepada pemilik SPBU ini," pintanya.
Dasrial, salah seorang karyawan di SPBU Jalan Siak Tumang mengakui, stok SPBU saat ini masih dalam perjalanan. Karena adanya penurunan harga BBM, makanya sengaja tidak dibeli dulu hingga ada keputusan dari pemerintah,
"Iya bang, karena harga minyak turun, makanya sengaja kita tutup dulu SPBU. Saya cuma pekerja di sini, perintah bos saya memang gitu, ya kita jalani saja," ujarnya.
Sayangnya, saat GoRiau.com mempertanyakan persoalan ini kepada Kadisperindag Siak Wan Bukhori, namun handphonenya dalam kondisi tidak aktif. Meski sudah berkali-kali dihubungi, tetap saja tidak aktif. Begitu juga saat dikirim pesan lewat SMS, tetap tidak dijawab hingga berita ini diposting.***