PEKANBARU - Ternyata bayi bernama Dedek, anak dari seorang wanita bernama Rita Susrianti, yang mengalami penyakit Omfalokel di Pekanbaru, dibawa pulang bukan karena biaya perobatan, namun biaya orang tua untuk menunggu di rumah sakit.

Hal itu disampaikan oleh adik kandung Rita Susrianti, bernama Meri Fitriani saat dikonfirmasi GoRiau.com, Sabtu (10/4/2021) malam.

Meri mengungkapkan, keponakannya itu sempat dirawat di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, selama kurang lebih 21 hari, karena mengidap Omfalokel. Selama 21 hari itulah orang tua Dedek mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan selama menunggu anaknya di rumah sakit.

"Karena bayi menunggu pemulihan tidak tahu sampai kapan, jadi orang tua memilih merawat anaknya di rumah. Karena biaya untuk menunggu di rumah sakit tidak ada lagi. Kalau anaknya itu dibiayai BPJS," ungkap Meri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Nuzelly Husnedi. Nuzelly mengatakan, pasien Omphalocele (Dedek), masuk RSUD Arifin Ahmad adalah pasien yang seluruh biayanya ditanggung BPJS.

"Jadi pasien dibawa pulang atas permintaan keluarga (PAPS/Pulang Atas Permintaan Sendiri), pada tanggal 6 April 2021, alasannya adalah akan merawat bayi di rumah sendiri. Pasien dibawa pulang bukan karena adanya permintaan biaya pelayanan dari RSUD Arifin Achmad," jelas Nuzelly, dalam keterangan tertulisnya.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Nuzelly menyampaikan, kalau pasien sudah menerima perawatan, juga dilakukan perbaikan keadaan umum sesuai dengan kondisi klinisnya oleh dr Spesialis Anak dalam ruang khusus di Instalasi Perinatologi.

"Perkembangan penyakit pasien selalu dipantau dan ada perbaikan, sesuai kondisi penyakitnya memerlukan waktu yang lama (bisa berbulan-bulan) karena kita menunggu menutupnya daerah yang terbuka secara alamiah sesuai perkembangan bayinya, tidak ada tindakan operasi segera yg bisa dilakukan untuk kasus pasien ini, hal tersebut sudah dijelaskan kepada orang tua atau keluarga," lanjutnya.

Kemudian Nuzelly menyingung terkait biaya hidup keluarga yang menunggu, pihak rumah sakit sudah menginisiasi adanya rumah singgah pasien atau keluarga untuk mengurangi biaya diluar rumah sakit. Seperti rumah singgah di Jalan Hang Tuah yang dikelola oleh Baznas untuk membantu masyarakat kurang mampu yang berasal dari Kabupaten atau Kota selama menjalani pengobatan di RSUD Arifin Achmad.

"Ada juga beberapa rumah singgah lainnya, seperti yang dikelola dan dibiayai beberapa dokter yang bekerja di RSUD AA, ada juga yang dikelola pihak swasta lainnya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pasien ini dibawa pulang bukan karena adanya permintaan biaya pelayanan dari RSUD Arifin Achmad," tutupnya. ***