
PEKANBARU - Intrusi air laut menyebabkan lahan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) rusak parah dan membuat produksi tanaman kelapa terus merosot. Padahal, komoditi kelapa merupakan harapan terbesar bagi masyarakat Inhil.
"Ini yang prosesnya agak berat buat kita, banyak kebun di Inhil yang udah tua. Banyak juga yang rusak karena intrusi air laut. Peremajaannya membutuhkan dana besar," ungkap Kadisbun Riau, Muhibul Basyar kepada GoRiau.com, Minggu (19/6/2016) di Pekanbaru.
Menurutnya, untuk memperbaiki perkebunan yang telah fatal hancurnya akan menelan dana yang cukup besar. Bahkan untuk membuat sebuah tanggul akan menelan rupiah yang tak kalah fantastisnya. Sementara, dana yang dimiliki kabupaten/kota dan provinsi tidaklah cukup untuk itu. Ia pun mencoba untuk menyosialisasikan komoditi tanaman sagu untuk mengganti komoditi perkebunan kelapa yang telah rusak parah.
"Kami akan coba sosialisasikan tentang menukar komoditi kelapa menjadi sagu. Sagu ini toleran dan tahan air asin. Sosialisasikan dulu agar bisa diterima," tutupnya. ***