BANGKINANG - Sulitnya masyarakat dalam pengurusan identitas kependudukan seperti e-KTP maupun kartu keluarga (KK) dan lainnya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kampar disebabkan oleh terbatasnya alat peralatan percetakan. Hal itu membuat keprihatinan Bank Riau Kepri.

Untuk membantu itu, Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari langsung memberikan bantuan Corporate Sosial Responsibility (CSR), berupa peralatan pencetakan e-KTP, dua unit printer, dua unit PC dan 2 unit UPS ICA. Alat yang diberikan ini jika diuangkan senilai Rp153.550.000.

"Bantuan ini bentuk nyata dari kepedulian kami terhadap masyarakat Kampar. Harapan kami dengan bantuan ini, masyarakat Kampar semakin maju dan sejahtera," harapnya.

Ia juga berharap dengan bantuan ini yang diberikan kepada Disdukcapil Kampar berharap bisa membantu Disdukcapil agar lebih cepat bekerja dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan sebaik mungkin.

Dari pantauan secara simbolis, Bantuan ini diberikan lansung oleh Direktur Bank Riau kepada Bupati Kampar Azis Zaenal di halaman kantor Disdukcapil Kampar, Kamis (19/4/2018) yang juga disaksikan oleh Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Kepala OPD dilingkungan Pemkab Kampar lainnya.

Bupati Kampar menyambut baik dengan bantuan alat percetakan yang diberikan oleh Bank Riau ini.

"Kami dari Pemkab Kampar sangat menyambut baik bantuan yang diberikan oleh Bank Riau ini. Dan berharap dengan adanya bantuan ini nantinya bisa memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat yang ingin mengurus identitas kependudukan di Disdukcapil," ujarnya.

Bupati menegaskan kepada Disdukcapil tidak ada alasan lagi masyarakat dari kecamatan terjauh harus berulang kali datang waktu berhari-hari hanya untuk membuat ktp hingga pekerjaan masyarakat terlantar.

Bupati berbadan tinggi ini juga mengatakan, dengan adanya bantuan CSR dari bank dan perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita berharap semoga kedepannya kerjasama yang kita lakukan dengan bank dan perusahaan dapat terjalin dengan sebaik-baiknya, sehingga percepatan pembangunan bisa terlihat dengan nyata," harap Azis. ***