PELALAWAN - Membangun sebuah usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi membangun suatu bisnis yang besar.

Warga Pelalawan asal Desa Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan ini sempat tidak optimis membangun usahanya yang saat ini bernama PT Arta Veda.

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembibitan akasia yang memperkerjakan sekitar 500 orang karyawan.

Abu Mansyur Matridi mengungkapkan awal dirinya merintis usaha, ia mengaku mengalami kerugian besar. Namun ia dirangkul menjadi mitra bina PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Sejak itu, ia banyak belajar untuk mengelola perusahaan yang dirikannya.

"RAPP sangat serius dalam membimbing para mitra binanya. Perusahaan ini tidak membiarkan mitra binanya mengalami kerugian. RAPP menginginkan bisa berkembang bersama-sama,'' tutur Ridi, sapaan akrabnya.

Namun belakangan ini, ia resah dengan isu dicabutnya izin operasional PT RAPP dari media massa. Bahkan, para karyawannya yang merupakan warga Pelalawan juga sampai mengubungi Ridi untuk memastikan apakah benar kabar tersebut.

"Mereka ada yang sampai datang ke kantor, ada yang menelpon saya. Apakah berita itu benar, mereka cemas kehilangan pekerjaannya. Jujur, saya sendiri bisa mengalami kerugian miliaran rupiah," ujar Ridi.

Dituturkan dia, para karyawan cemas karena mereka takut akan kehilangan pekerjaan. Mereka bingung akan bekerja dimana dan bagaimana menafkahi keluarga dan anak-anak mereka.

"Banyak orang yang menggantungkan hidupnya di industri ini. Bukan segelintir orang, tapi ratusan orang," sebut Ridi, Kamis (12/10/2017).***