PEKANBARU - Anggota DPRD Riau Dapil Kota Pekanbaru, Parisman Ihwan mengapresiasi langkah kepolisian yang turun langsung untuk melakukan razia terhadap anak-anak yang menggelar aksi balap liar.

"Terimakasih saya ucapkan pada pihak kepolisian yang sudah tanggap terhadap persoalan ini, karena memang ini sudah menjadi keluhan bagi para orang tua pelajar di Pekanbaru," kata Parisman, kepada GoRiau.com, Senin (13/7/2020).

Hal ini disampaikan Parisman, menyusul meningkatnya aksi balap liar di Kota Pekanbaru. Terbaru, aparat kepolisian mengamankan sekitar 49 kendaraan roda dua di Stadion Utama Riau pada Minggu (12/7/2020).

Pria yang kerap disapa Iwan Fattah ini mengakui, aktivitas belajar mengajar yang tergambar akibat Pandemi Covid-19 memang membuat anak-anak sekolah memiliki banyak waktu luang.

Sayangnya, waktu luang ini mereka manfaatkan untuk melakukan hal-hal yang mengarah ke negatif, bahkan berpotensi mengancam nyawa mereka.

"Biasanya kan anak-anak ini sekolah pagi sampai sore, sekarang karena sekolah ditiadakan mereka jadi punya waktu luang," kata Politisi Golkar ini.

Iwan berharap, kepolisian bisa terus melakukan razia terhadap remaja-remaja berdarah muda ini, karena ia sendiri sering melihat anak-anak sekolah berpacu di jalanan.

Hal ini tentunya tidak hanya membahayakan nyawa mereka, tapi juga membahayakan pengendara yang lain terlebih kalangan emak-emak.

"Balapan liar ini banyak efek negatifnya daripada positifnya, saya ini dulu pernah hampir mati karena balapan. Tangan saya pernah patah karena balapan, saya tidak mau ini terjadi ke yang lain," ujarnya.

Iwan mengaku siap mengkomunikasikan masalah ini kepada Dinas Perhubungan, agar bisa bersama-sama mengantisipasi adanya balapan liar. Kepolisian dan Dishub bisa berjaga-jaga di titik-titik yang rawan balapan liar.

Lebih jauh, Iwan mengharapkan adanya peran serta para orang tua dalam mensosialisasikan bahaya balap liar kepada anak-anaknya, dan mengarahkan anak-anaknya ke arah yang lebih positif.***