
PEKANBARU - Meski pihak Polresta Pekanbaru, Riau telah meningkatkan giat patroli mencegah dan mengantisipasi adanya aksi C3 (curas, curanmor dan curat). Masyarakat masih tetap harus tingkatkan kewaspadaan dan tidak hanya bergantung pada Polisi.
Seperti yang terjadi di jalan Muhajirin, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Jumat (2/6/2017) kemarin. Seorang mahasiswi, Suci (22) kehilangan laptop miliknya senilai Rp9 juta setelah dijambret dua orang pelaku, sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat kejadian, korban melintas di TKP berboncengan dengan temannya. Tiba-tiba saja dari arah belakang, muncul dua pelaku jambret yang langsung merampas tas miliknya yang berisikan sebuah laptop serta satu handphone.
Korban bersama rekannya sempat berusaha mengejar kedua pelaku sambil berteriak jambret. Sayangnya, kedua setan jalanan (penjambret, red) itu berhasil melarikan diri dengan membawa harta benda milik korban.
Rela namun tak mengikhlaskan laptop dan handphone miliknya raib, korban akhirnya melaporkan kasus penjambretan itu ke Polresta Pekanbaru dengan harapan polisi dapat segera menangkap kedua pelaku.
Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino SH MH, Sabtu (3/6/2017) membenarkan adanya laporan terkait kasus penjambretan yang terjadi di jalan Muhajirin, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru tersebut.
"Ya, korban baru membuat laporan kemarin dan sekarang sedang diselidiki," kata Kasubag saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Grup) melalui selularnya.
Atas kejadian itu, Kasubag mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tetap waspada saat membawa barang berharga, baik saat berkendara malam hari maupun siang hari.***