RENGAT, GORIAU.COM -PLN Area Rengat kerahkan sebanyak 120 orang personil untuk pelayanan teknik (Yantek) untuk mengatasi gangguan, pemeliharaan dan impeksi.

Untuk Provinsi Riau Yantek tersebut hanya ada di tiga Area, yakni Pekanbaru, Tanjung Pinang dan Rengat.

"Tugas utama tim Yantek memberikan pelayanan kepada pelanggan baik yang mengalami ganguan lokal hingga jaringan. Pelayanan oleh tim Yantek, pellanggan tidak dipungut," ujar Manajer PLN Area Rengat Roebady, Selasa (26/11/2013).

Dikatakan Roebady, untuk layanan bersifat lokal, akan dilayanani dengan waktu maksimal sekitar 45 menit. Sedangkan untuk gangguang atau pemeliharaan, akan dilayani dengan waktu makismal sekitar 3 jam.

Saat menjalankan operasi, Tim Yantek dilengkapi kendaraan roda empat jenis dauble cabin dan toyota avanza serta kendaraan roda dua. Dengan demikian, setiap terjadi gangguan di lokasi, tim tidak menuai kendala, terangnya.

Tim Yantek itu sebutnya, akan ditempatkan di dua rayon yakni Rayon Rengat dan Rayon Air Molek, dimana dua rayon tersebut akan membawahi sejumlah daerah diantaranya, Kempas Jaya Kabupaten Inhil, Rengat, GH Pematang Reba, Belilas Kecamatan Seberida, Kilan Kecamatan Batang Cenaku, Sungai Lala Kecamatan Sungai Lala, Lirik Kecamatan serta sejumlah daerah dibawah naunangan dua rayon tersebut.

Untuk memaksimalkan pelayanan oleh tim Yantek, personil yang ada dibagi dalam tiga sip. Personila yang ada dilengkapi dengan 5 unit mobil daouble cabin, 3 unit avanza dan kendaraan roda dua untuk yang sifatnya untuk unit pelayanan cepat (UPC), terangnya.

Selama pelayanan yang diberikan oleh tim Yantek, kepada pelanggan tidak dipungut biaya. Sebab, PLN yang juga tim Yantek bersih dari gratifikasi dan apabila pelanggan merasa dirugikan oleh pelanggan dapat melaporkan ke kantor PLN Area Rengat atau bisa melalui call center 0761-123. "Selain sanksi hukum, tim Yantek yang diketahui melakukan pengutan akan dipecat," tambahnya.

        

Bersamaan dengan tim Yantek, sejak beberapa waktu lalu tim juga sudah melakukan penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL). Dalam bulan November ini, tim P2TL sudah dapat menyelamatkan 699,231 Kwh atau senilai Rp 800.557.954. "Tim yang ada akan terus bekerja sesuai dengan tufoksinya," terangnya.

(jef)