PEKANBARU – Hingga saat ini, banjir masih menjadi momok yang meresahkan masyarakat Kota Pekanbaru. Karena bila hujan deras turun dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, hampir bisa dipastikan ada kawasan yang langsung terendam atau dipenuhi genangan air.

Terkait masalah ini, mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Periode 2014-2019, Kordias Pasaribu, mengaku sudah mengantongi konsep untuk mengatasinya.

"Konsep ini bisa saya paparkan karena sudah melakukan survei secara teknis. Jadi saya tegaskan sekali lagi banjir ini bukanlah masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikan, bila pemimpinnya memiliki konsep yang jelas untuk menyelesaikannya," ujarnya, Senin (3/6/2024).

Menurut pria yang kini mengajukan diri maju dalam ajang Pilkada Kota Pekanbaru tahun ini, ada 5 langkah yang harus dilakukan Pemko Pekanbaru dalam menyelesaikan masalah banjir ini.

"Pertama, adalah membuat embung air untuk menjadi penampung sementara genangan air yang disebabkan tingginya curah hujan maupun luapan sungai," terangnya.

Selain itu, pemerintah perlu menyiapkan teknologi yang terkoneksi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani masalah banjir. Yang dimaksud Kordias teknologi yang bisa memberikan sinyal bahaya banjir saat debit air sungai mencapai titik waspada banjir.

Yang tak kalah penting adalah membersihkan drainase, parit dan gorong-gorong yang ada di kota Pekanbaru. Sehingga air bisa mengalir dengan lancar menuju sungai.

Pemko Pekanbaru juga harus menertibkan izin-izin bangunan yang merusak dan mempersempit parit-parit, sehingga membuat fungsi dari parit, gorong-gorong, dan drainase jadi terganggu.

Yang terakhir, memungsikan pintu air yang ada di Kota Pekanbaru agar pengontrolan debit air di Sungai Siak bisa terkontrol dengan baik. "Sehingga bisa meminimalisir dampak debit air yang ada di sungai Siak," ujarnya lagi.

Selain lima hal di atas, yang terpenting adalah ketersediaan sumberdaya manusia untuk menjalankan program-program tersebut.

"Sebab konsep tanpa SDM itu juga sama saja bohong," tegasnya. ***