
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Dusun Bukit Lengkung, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis terus meluas. Apai tidak hanya membakar hutan dan lah perkebunan, tapi juga membakar rumah masyarakat. Melihat kondisi api yang semakin tak terkendali, Pemkab Bengkalis menyatakan kondisi saat ini sudah masuk kategori darurat karhutla sehingga harus ditangani secara bersama.
Informasi terbaru yang diperoleh dari Tanjung Leban, sudah 90-an kepala keluarga (KK). Dari 90-an KK tersebut sebanyak 37 KK atau 125 jiwa ditampung di tenda pengungsian yang disiapkan Pemkab Bengkalis. Selebihnya ada yang mengungsi ke rumah keluarga mereka di desa lain di Bukitbatu maupun ke Pelintung, Kecamatan Medang Kampai kota Dumai. Sementara luas lahan yang terbakar sudah mencapai 2.000 hektar di Tanjung Leban.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Bengkalis, Muhammad Jalal langsung dari Tanjung Leban, Senin (24/2), mengatakan, lahan yang terbakar di Tanjung Leban khususnya Dusun Bukit Lengkung sudah mencapai 2 ribu hektar yang mana merupakan areal perkebunan kelapa sawit serta karet dan lahan kosong.
Akibat dari Karhutla yang meluas tersebut, masyarakat disana sudah diungsikan karena dikepung api. Pemkab Bengkalis sudah menyiapkan tenda-tenda untuk pengungsi, dimana saat ini ada 37 KK yang ditampung, dimana 15 orang bayi dan balita, 18 orang anak-anak. Sisanya adalah orang dewasa.
BPBD-Damkar sudah melakukan koordinasi dengan Bupati Bengkalis, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bengkalis, BPBD-Damkar Provinsi Riau dan BNPB Pusat dan menyatakan Kabupaten Bengkalis masuk dalam kategori darurat karhutla. Apalagi upaya pemadaman api yang dilakukan BPBD-Damkar bersama dengan Regu Pemadam Kebakaran (Regdam) perusahaan swasta di Bukitbatu, Polres Bengkalis/Polsek Bukitbatu maupun masyarakat peduli api (MPA) di Bukitbatu belum menbuahkan hasil.
Untuk hujan buatan, pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut ke BPBD-Damkar Riau dan BNPB di Jakarta mengingat jalan keluar pemadaman api tidak lain melalui hujan buatan, atau memang hujan betulan. Akibat dari karhutla di Bengkalis, sejumlah daerah lain di Riau seperti Pekanbaru, Pelalawan, Kampar bahkan Provinsi Sumbar, Sumut dan Jambi terkena imbas kabut asap, termasuk Malaysia dan Singapura.(jfk)