
PEKANBARU – Pemandangan kendaraan mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar kembali terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Sabtu (7/3/2026) siang. Antrean panjang ini tidak hanya menyita waktu para sopir, tetapi juga memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan raya.
Kepadatan mulai terpantau di SPBU Jalan Rawa Mangun sejak pagi hari. Deretan kendaraan roda empat bermesin diesel, didominasi oleh truk, tampak mengular panjang menunggu giliran pengisian.
"Sudah satu jam nunggu isi solar. Sudah beberapa hari ini kalau mau isi solar memang antre seperti ini," ungkap sopir truk, Boy.
Menyikapi antrean tersebut, petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya memastikan pasokan bahan bakar di tempatnya masih tersedia dan sedang dalam proses pemindahan.
"Lagi diisi solarnya ke tangki pengisian SPBU. Jadi stok solar kita masih banyak. Kurang tahu juga apakah solar mulai langka atau tidaknya," ujarnya.
Antrean memanjang serupa turut menghiasi SPBU Jalan Arifin Ahmad. Sebaliknya, hasil pantauan GoRiau di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Marpoyan Damai sekitar pukul 12.40 WIB, justru mendapati kekosongan stok.
"Sudah habis dari tadi, untuk stoknya kapan datangnya kurang tahu juga," jelas pegawai SPBU tersebut.
Kondisi lalu lintas paling terdampak berada di sekitar SPBU Jalan Durian. Barisan kendaraan mengular mulai dari area pengisian hingga mendekati persimpangan TVRI Riau. Lebar jalan yang relatif sempit dipenuhi mobil pribadi membuat kendaraan lain kesulitan menyalip, sementara arus dari arah berlawanan tetap ramai sehingga kemacetan sulit dihindari.
"Dari tadi antre, tapi geraknya pelan sekali. Mau keluar dari antrean juga susah karena sudah penuh kendaraan di belakang," keluh sopir pickup, Andi.
Titik kepadatan lainnya terpantau di SPBU Simpang Stadion Utama Riau, berdekatan dengan Bundaran Songket. Lokasi ini dipadati barisan truk yang memakan sebagian bahu jalan raya menuju area pengisian, sehingga melambatkan laju arus lalu lintas kendaraan lain yang melintas di kawasan tersebut. ***