SELATPANJANG – Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam beberapa hari terakhir. Warga rela menunggu lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), bahkan sebagian di antaranya membawa jeriken untuk mengisi cadangan, menyusul mulai kosongnya kios-kios penjual minyak eceran.

Sejak pagi hari, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memanjang di beberapa SPBU. Kepadatan semakin terasa pada jam-jam tertentu ketika masyarakat datang secara bersamaan untuk mengisi bahan bakar.Tidak hanya kendaraan, sejumlah warga juga terlihat membawa jeriken untuk mengisi BBM sebagai persediaan. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sekitar area SPBU menjadi jauh lebih sibuk dibandingkan hari-hari biasa.

Di beberapa titik SPBU di Selatpanjang, antrean kendaraan bahkan sempat meluber hingga ke akses jalan di sekitar lokasi pengisian. Akibatnya, arus kendaraan di sekitar area tersebut menjadi lebih padat dan melambat, terutama saat antrean sedang panjang.

Situasi ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya bagi mereka yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk bekerja setiap hari.

Ketua Becak Ojek Terminal Selatpanjang (BOTS) Kepulauan Meranti, Evisal, mengaku mulai merasa risau dengan kondisi tersebut. Menurutnya, selain antrean panjang di SPBU, kios-kios kecil yang biasanya menjual minyak eceran kini juga sudah banyak yang kosong.

"Hari ini sudah mulai sulit didapatkan. Kios-kios yang biasanya jual minyak sekarang sudah banyak yang kosong," ujar Evisal kepada GoRiau.com, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, meskipun SPBU masih beroperasi, masyarakat harus menghadapi antrean yang cukup panjang untuk bisa mendapatkan BBM. Selain itu, jam operasional pengisian juga dinilai terbatas.

"Di SPBU memang masih buka, tapi antreannya panjang atau mengular. Bukanya juga hanya siang sampai sore saja, sedangkan malam sudah tutup," jelasnya.

Sebagai ketua BOTS, Evisal mengaku cukup khawatir jika kondisi ini terus berlanjut. Pasalnya, para penarik becak motor sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Kalau minyak susah didapat, tentu kami yang menarik becak sangat terdampak. Minyak ini kebutuhan utama untuk operasional," katanya.

Ia berharap ketersediaan BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari.

"Kami berharap pasokan BBM di Meranti tetap lancar sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak, terutama bagi kami yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan," harapnya. ***