SELATPANJANG - Menjelang puncak masa angkutan laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang meningkatkan kesiapsiagaan secara menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan armada (ramp check) hingga pendirian posko terpadu, seluruh langkah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang yang diprediksi naik sekitar 5 persen dibanding hari normal.
Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, S.Si.T, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak jauh hari. Salah satunya melalui rapat koordinasi lintas instansi yang digelar pada 11 Desember 2025 lalu. Rapat tersebut membahas kesiapan arus mudik dan balik, baik domestik maupun internasional, yang terpusat di Pelabuhan Tanjung Harapan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Pelabuhan Tanjung Harapan merupakan pintu utama pergerakan penumpang di Kepulauan Meranti. Karena itu, seluruh potensi kerawanan harus diantisipasi sejak awal agar pelayanan tetap aman dan lancar," ujar Derita, Selasa (23/12/2025).
Sebelum rapat koordinasi digelar, KSOP Selatpanjang juga telah melakukan ramp check secara maraton terhadap seluruh kapal penumpang yang beroperasi di wilayah kerjanya. Pemeriksaan dipimpin langsung oleh Derita bersama Marine Inspector dan jajaran petugas KSOP, dengan melibatkan nakhoda serta anak buah kapal (ABK) dari masing-masing armada.
Ramp check dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik kapal, sistem navigasi, mesin, hingga kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan peralatan darurat. Selain itu, kecakapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat turut menjadi fokus utama pemeriksaan.
"Hasil ramp check menunjukkan seluruh kapal yang diperiksa memenuhi standar keselamatan dan dinyatakan layak laut. Armada ini siap melayani masyarakat selama masa angkutan Nataru," tegas Derita.
Sebagai bentuk penguatan pengawasan dan koordinasi, posko angkutan laut Nataru resmi didirikan pada 18 Desember 2025 di Pelabuhan Tanjung Harapan. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan pergerakan penumpang, operasional kapal, serta koordinasi lintas instansi selama periode angkutan Nataru.
Derita menjelaskan, selama periode 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, jumlah penumpang diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 5 persen. Angka ini relatif sama dengan tren Nataru tahun sebelumnya dan tidak sebesar lonjakan pada momen mudik Idulfitri maupun Imlek.
"Meski kenaikannya tidak ekstrem, kami tetap mengantisipasi dengan kesiapan maksimal. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan, KSOP Selatpanjang menyiapkan sebanyak 46 armada yang siap beroperasi melayani mobilitas masyarakat selama masa Nataru. Menurut Derita, pengawasan intensif akan terus dilakukan guna memastikan seluruh operasional pelayaran berjalan tertib dan sesuai standar keselamatan.
"Kami ingin memastikan arus penumpang Natal dan Tahun Baru berjalan lancar, tertib, dan yang paling utama aman," pungkasnya. ***


