PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau menyebutkan sebagian besar wilayah Kabupaten/ Kota di Riau telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini akan dapat memicu terjadinya kembali kebakaran lahan yang menimbulkan polusi udara seperti beberapa waktu lalu.

Menyadari akan perubahan kondisi cuaca ini, tim Fire Fighter PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP) sudah menyiagakan personil dan peralatannya di seluruh estate di wilayah operasionalnya di Riau.

Manajer Fire and Aviation PT. RAPP, Yuneldi mengatakan pihaknya telah mengirimkan penambahan peralatan baru ke 23 estate atau sektor yang tersebar di sejumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau. Bahkan, saat ini pihaknya tengah menunggu kedatangan tambahan pesawat tanpa awak kendali jarak jauh guna memantau titik panas melalui udara.

''Saat ini kita memiliki 2 unit pesawat tanpa awak atau phantom dan tengah menunggu kedatangan sebanyak 23 unit phantom lagi, untuk disebarkan di setiap estate kita. Selain itu, kita juga sudah mengirimkan peralatan pemadam khusus sehingga menambah yang sudah ada, diharapkan bisa memperkuat tim kita di lapangan,'' ujar Yuneldi.

Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen terhadap lingkungan, Yuneldi menambahkan PT RAPP siap membantu mengantisipasi terjadi bencana kebakaran lahan di Riau. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya program kegiatan yang digelar untuk meningkatkan kemampuan dan menjaga stamina para tim pemadam, salah satunya menggelar kompetisi pemadam kebakaran antar estate baru-baru ini.

''Tim Pemadam dan peralatan kita siap diterjunkan untuk membantu memadamkan api di lapangan. Sebanyak 207 unit pompa lengkap dengan selang pemadam sepanjang 1.900 rol masing-masing panjangnya 30 meter telah disiapkan dan didukung 20 water truck (truk pengangkut air.red) di masing-masing estate,'' kata Yuneldi.

Tak hanya peralatan, Yuneldi menyatakan kesiapan tim di lapangan pun sudah dikoordinasikan dengan baik melalui berbagai pelatihan dan juga posko kebakaran yang sudah tersebar di 23 estate.

''Seluruh posko kebakaran kita tersebar di 23 estate. Masing-masing tim yang tergabung sudah kita latih, karena yang paling susah itu mengatasi kepanikan pada saat bencana terjadi. Kita sudah siap siaga menghadapi dry season 2015,'' jelasnya.

Yuneldi pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan membakar lahan dan hutan lantaran berbahaya bagi masyarakat. ''Jangan lagi membakar, karena dalam kondisi kering masyarakat tidak akan bisa memadamkan api. Kalau ada kebakaran, mohon koordinasi dengan pemerintah dan perusahaan,''imbaunya.

Pada kesempatan berbeda, Corporate Communications Manager, Djarot Handoko menyebutkan PT RAPP telah menginvestasikan anggaran sebesar US$ 6 juta untuk persiapan mengatasi bencana kebakaran hutan.

''Kita sudah investasikan US$ 6 juta dan juga sudah kita siapkan 700 personil terlatih untuk mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kita sudah membentuk 39 komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA),'' pungkas Djarot. (rls)