PEKANBARU – Anggota Komisi II DPRD Riau, Yanti Komalasari, mengungkapkan penyebab kelangkaan BBM subsidi jenis bio solar, disebabkan oleh penyaluran yang tidak tepat sasaran.

Dikatakan Yanti, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi antara Hiswana Migas, Pemprov Riau, Polda Riau, asosiasi transportasi serta tokoh masyarakat guna mencari solusi kelangkaan bio solar ini.

Dalam pertemuan itu, jelas Politisi Golkar ini, semua pihak sepakat untuk meningkatkan sosialiasi tentang kendaraan yang layak menerima BBM subsidi, dan kendaraan yang tidak layak.

"Disana disampaikan agar angkutan pertambangan, perkebunan serta turunannya harus menggunakan minyak industri, jangan menggunakan yang subsidi lagi," ujar Yanti, Minggu (3/4/2022).

Jika dilihat dari kuota yang ada, menurut Yanti, sudah cukup dan kelangkaan semestinya tidak terjadi. Yanti mengapresiasi pihak Polda Riau yang sudah menyatakan sikap akan mengambil sikap tegas terhadap oknum yang bermain disini.

Sebab selama ini, lanjut Yanti, aturan tentang penyaluran BBM subsidi sudah ada, namun penerapan sanksi belum tegas sehingga masih ada oknum yang berani bermain.

"Aturan ini sudah optimal menurut saya, tapi harus diperkuat lagi dan sanksinya harus lebih tegas lagi. Kita berharap nanti ada kerja sama yang baik antara pihak angkutan industri, SPBU, pemerintah dan Polda Riau," katanya.

"Sehingga minyak subsidi ini bisa tepat sasaran, apalagi di Riau ini banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit, pabrik-pabrik kelapa sawit yang punya armada transportasi kita minta harus menggunakan solar industri," tutupnya. ***