
PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun sebelumnya sudah menyampaikan bahwa Provinsi Riau dan beberapa daerah lainnya di Pulau Sumatera akan dilanda kemarau kering pada Mei-September 2014 mendatang.
Hal ini disampaikannya beberapa waktu lalu pada Rapat Koordinasi Gubernur Riau dengan bupati/walikota, camat dan lurah di Balai Serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau.
Ditegaskannya, prediksi kemarau kering pada Mei-September 2014 tersebut bersumber dari data Badan Meteorologi, Kilmatologi dan Geofisika (BMKG). "Itu bukan ramalan dukun, tapi BMKG," kata Gubri sambil tersenyum.
Dirinya berharap agar seluruh instansi dan pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, camat hingga desa dan kelurahan agar bersatu dalam penanganan dan antisipasi kembali terjadinya kebakaran yang semakin meluas.
Dimana saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mulai memangku tanggung jawab untuk masa pemulihan bencana asap dan karhutla di Riau. "Kita harus berperan aktif dalam mengantisipasi hal ini," sambung Gubri.
Karena menurutnya, bagian terkecil seperti desa dan lurah sangat mendominasi penanganan secara cepat dan tepat. Untuk itu, diperlukan kesiagaan tim di masing-masing kecamatan dan desa.
Realisasi petugas pemadam dan antisipasi cepat di lapangan sebanyak 3 petugas di tingkat kecamatan dan 5 petugas di tingkat desa kemungkinan besar akan direalisasikan pada tahun ini juga.
"Kalau bisa pada APBD Perubahan (Riau, red) tahun ini akan kita laksanakan," tegas mantan Bupati Rokan Hilir (Rohil) ini.
Karena program pengadaan tim di tingkat kecamatan dan desa tersebut sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari Danrem 031/WB, Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, Kapolda Riau, Kombes Pol Condro Kirono dan unsur terkait lainnya.
Nantinya tim tersebut akan melakukan penanganan secara cepat sebelum kebakaran di lokasi mereka masing-masing meluas. Petugas tersebut akan dilengkapi fasilitas seperti pemadam pada umumnya.
Kemudian jika situasi di lapangan dirasa tidak terkendali, para petugas di lapangan akan melaporkan ke atasan, nantinya secara berjenjang hingga ke Gubernur Riau.***