JAKARTA - Lembaga survey politik Etos Indonesia Institute (EII) merilis, sedikitnya 5 partai politik peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dipastikan lolos ke DPR RI.

Direktur Eksekutif EII, Iskandarsyah mengatakan, meski Pileg 2019 relatif berat bagi parpol-parpol karena pemberitaan Pileg yang cenderung "terkubur" oleh pemberitaan Pilpres, survey lembaganya menunjukkan masih ada trust masyarakat terhadap legislator.

"49% masyarakat masih puas terhadap Parpol yang ada. Dan 61% masyarakat kita juga ternyata menyukai isu ideologi politik," kata Iskandarsyah dalam rilisnya, Kamis (10/04/2019).

Tapi memang, kata Iskandar, meski minat publik terhadap isu ideologi parpol terbilang tinggi, alasan terkuat sebuah Parpol dipilih bukan karena isu yang sama.

Ads
"33% memilih karena Capres yang didukung, Ideologi cuma 17%," ujarnya.

Dari parpol-parpol yang ada, partai politik lama masih mendominasi popularitas partai di kota-kota besar. "Seperti, Golkar, PPP & PDIP, dikenal oleh 99% responden, pengecualian terjadi pada Partai Demokrat yang juga dikenal oleh 99% responden tapi disebabkan oleh figur SBY & masa 2 kali pemerintahannya. Adapun Gerindra, dikenal oleh 96% responden,".

4 dari 5 parpol itu juga memiliki tingkat elektabilitas tinggi di masa injury time Pileg yang akan digelar pada 09 April, pekan depan.

"PDIP dipilih oleh 25,3% responden, disusul oleh Gerindra 17,2%, Golkar 16,1%, Demokrat 14,7%, PKB 6,4%," kata Iskandar.

Ia melanjutkan, dengan ambang batas parlemen adalah 4%, maka hanya ada 5 (lima) partai politik yang dapat dipastikan lolos yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat & PKB.

"Tetapi apabila margin error dari survey ini adalah 2,9% maka amat mungkin muncul partai lain yang juga ikut lolos dari ambang batas parlemen tersebut," katanya.

EII, jelas Iskandar, menggunakan 2.000 responden yang tersebar secara proporsional di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Semarang & Bandung, sebagai sampel.

Penarikan sample dilakukan sepenuhnya secara acak (probability sampling) menggunakan metode penarikan multistage random sampling dengan tetap mempertimbangkan proporsi antara jumlah sample dengan jumlah pemilih di setiap kota dan memperhatikan karakter wilayah perkotaan dan pedesaan.

Margin of error survei tatap muka yang digelar pada 12 – 30 Maret 2019 ini, berkisar +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 96%.

"Saya kira potret ini menunjukkan pada kita bahwa masyarakat kita semakin cerdas politik," pungkas Iskandar.***