
MALANG – Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu malam (1/10/2022), menyisakan kesedihan mendalam bagi Devi Atok. Tragedi itu menyebabkan Atok kehilangan dua putrinya yang masih remaja.
Dikutip dari Inews.id, dua putri Atok yang kehilangan nyawanya di Stadion Kanjuruhan adalah Naila Devi Anggraeni (16) dan Natasya Febi Anggraeni (13).
Atok menuturkan, Naila dan Natasya datang ke Stadion Kanjuruhan bersama ibunya, Anggraeni, yang juga tewas dalam tragedi itu.
''Dua anak dan mantan istri saya,'' ujar warga Bulu Lawang, Kabupaten Malang ini.
Atok bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkunjung ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjenguk korban, Rabu (5/10/2022).
Dia menyampaikan harapan agar pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi ini mendapat hukuman yang setimpal.
"Tadi ketemu presiden. Sesuai dengan harapan saya, harus dihukum itu panpel dan polisi-polisinya," katanya.
Sementara Presiden Jokowi yang bertemu dengan keluarga korban memberikan tali asih. Jokowi berjanji akan mengusut tuntas tragedi ini.
Presiden mengatakan tidak ada yang ditutup-tutupi, dan yang bersalah akan mendapat hukuman setimpal, termasuk sanksi pidana
Menurut Jokowi, tim independen yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD diberikan waktu untuk secepatnya menyelesaikan kasus ini.
Data resmi pemerintah menyatakan korban tewas dalam tragedi Stadion Kanjuruhan berjumlah 131 orang.
Polisi yang menyelidiki kasus ini telah memeriksa 31 orang polisi dan 35 masyarakat sipil. Beberapa anggota polisi telah dicopot buntut insiden ini, salah satunya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.***