PEKANBARU – Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau tahun 2026 mengalami pemangkasan sebesar Rp 1,6 miliar. Dengan total anggaran yang hanya mencapai Rp 8,4 miliar, dana pembinaan atlet pun dipastikan ikut disesuaikan.

“Memang sebesar itu anggaran KONI Riau tahun 2026. Awalnya Rp 10 miliar, kemudian dipotong sekitar 30 persen. Namun karena ada rencana pelaksanaan Kejuaraan Nasional Panjat Tebing di Riau dan PON Bela Diri, anggarannya ditambah sehingga menjadi Rp 8,4 miliar,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Riau, Yurnalis Basri pada Senin (5/1/2026).

Menurut Yurnalis, keterbatasan anggaran tersebut berimbas langsung pada kegiatan pembinaan atlet, termasuk pengurangan dana pembinaan. Ia menyebutkan, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah.

“Mau tidak mau harus menyesuaikan. Anggaran untuk uang pembinaan atlet juga pasti berkurang. Kita sedang berada dalam situasi efisiensi, jadi saya harap semua pihak bisa memahami kondisi ini,” ujarnya.

Pada tahun 2026, atlet-atlet bela diri Riau dijadwalkan mengikuti PON Bela Diri yang akan digelar di Sulawesi Utara. Dengan anggaran yang terbatas, Yurnalis berharap pengurus KONI Riau dapat menggunakan anggaran secara efektif dan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak.

Selain itu, Yurnalis juga menjelaskan terkait bonus bagi atlet Riau yang berlaga di ajang SEA Games Bangkok. Meski tidak merinci besaran bonus, ia memastikan apresiasi bagi atlet berprestasi tetap menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Riau.

“Pemprov Riau sudah berjanji memberikan apresiasi kepada atlet yang berprestasi di ajang internasional seperti SEA Games. Bonus tersebut rencananya akan dianggarkan melalui APBD Perubahan Riau 2026, dengan besaran sesuai peraturan gubernur yang berlaku,” kata Yurnalis. ***