PEKANBARU – Anggota DPRD Riau Dapil Rokan Hilir, Husaimi Hamidi menyampaikan rasa syukurnya karena jalan Simpang Jhonson-Mahato akan tuntas pada tahun depan.

''Mudah-mudahan Jalan Simpang Jhonson menuju Mahato Kabupaten Rohil, tuntas tahun depan," kata Husaimi Hamidi Jumat (28/10/22).

Dikatakan politisi PPP ini dirinya berjuang di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau agar jalan ini bisa segera tuntas, pada APBD tahun 2019 lalu hingga RAPBD tahun 2023 dirinya selalu memperjuangkan anggaran untuk pembangunan ruas jalan tersebut namun karena saat itu pandemi Covid tengah melanda perjuangannya tidak maksimal, karena APBD Provinsi Riau lebih banyak dialokasikan untuk penanganan Covid.

"Saya dulunya tiap tahun anggaran selalu mengusulkan anggaran Rp3 miliar di APBD dan Alhamdulillah pada RAPBD tahun 2023 ini usulan saya diterima dan sudah ada anggaran Rp8 miliar untuk menuntaskan jalan tersebut, tinggal ketuk palu," ujarnya.

Dikatakannya, Jalan Simpang Jhonson ini rigid dan panjangnya sekitar 30 Km dengan lebar 14 meter. "Masak pak Saleh Djasit bisa bangun jalan, saya tidak," katanya lalu tertawa lebar.

Selain ruas jalan tersebut, Husaimi juga berjuang menganggarkan perbaikan ruas Jalan Pujud-Mahato yang kondisinya rusak parah akibat muatan berlebih dari truk pengangkut sawit dan CPO.

"Jadi rusaknya jalan ini karena truk yang membawa muatan melebihi daya dukung jalan," jelasnya.

Pemerintah pusat lanjut Husaimi Hamidi, pada tahun 2023 mendatang akan menetapkan aturan zero Over Dimension/Overloading (ODOL)..

Kalau di Kalimantan terang Husaimi, kendaraan truk pengangkut batu bara dapat mengancam kerusakan jalan, namun pemerintah disana menetapkan aturan, truk tersebut hanya bisa melalui jalan pemerintah selama dua tahun kedepan, setelah itu truk batu bara tersebut wajib melalui jalan milik swasta dan berbayar.

''Semacam jalan tol, masuk bayar. Namun kita tidak mampu untuk itu, kalau tidak rigid, jalan kita cepat rusak dan tidak berusia lama," tutupnya. (kl2)