BENGKALIS, GORIAU.COM - Antar pimpinan DPRD Bengkalis sudah menggelar pertemuan terkait dengan belum terbentuknya alat kelengkapan dewan. Pada intinya, pimpinan DPRD menyepakati bahwa alat kelengkapan dewan harus dibentuk secepatnya agar tugas-tugas yang menunggu bisa segera dilaksanakan.

            Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H Indra Gunawan kepada wartawan, Minggu (2/11/2014) mengatakan, sebenarnya kalau beberapa waktu lalu Fraksi Amanah Nasional dan Gerindra serta PDIP Restorasi tidak menarik anggota yang diusulkan untuk duduk di komisi, maka komisi sudah bisa dibentuk.

            ''Dalam sidang paripurna, mereka menarik usulan tersebut. Tentu pembentukan komisi tidak bisa dilanjutkan. Padahal kita dari Fraksi Golkar sendiri inginnya dewan segera bekerja terutama membahas RAPBD 2015," kata Indra Gunawan yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Bengkalis.

Keputusan Fraksi Amanat Nasional menarik daftar anggota yang diusulkan untuk duduk di komisi sebenarnya sangat disayangkan. Sebagai partai pemenang pemilu legislaif di Kabupaten Bengkalis dan Bupati Bengkalis sendiri merupakan Ketua DPW PAN, maka tindakan Fraksi Amanat Nasional justru merugikan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

            ''Mengapa saya katakan demikian, karena dengan belum dibentuknya alat kelengkapan dewan, maka kita belum bisa bekerja, terutama membahas Rancangan KUA dan PPAS 2015. Bagaimana mungkin kita bisa mengesahkan APBD 2015 tepat waktu kalau Rancangan KUA-PPAS nya sendiri belum dibahas,'' ujar pria yang akrab disapa Eet ini.

           Soal adanya dugaan kalau langkah tersebut dilakukan karena Fraksi Amanat Nasional tidak mendapat jatah pimpinan komisi, Eet mengatakan, tergantung dari lobi-lobi di komisi.

''Dalam sidang parirpurna pembentukan alat kelengkapan dewan beberapa waktu lalu, kita tidak membahas itu. Kita hanya membahas pembentukannya, soal siapa yang duduk sebagai ketua pada masing-masing alat kelengkapan dewan tentu bergantung pada lobi-lobi di tingkat komisi,'' ujarnya.

            Namun demikian, sambung Eet, dirinya yakin dalam beberapa hari kedepan kebuntuan tentang pembentukan alat kelengkapan dewan bisa diatasi seiring dengan adanya pertemuan antar pimpinan DPRD. ''Kita sudah ada kesepakatan agar alat kelengkapan dewan ini segera dibentuk,'' kata Eet.(jfk)