
BENGKALIS- Aksi penyampaian aspirasi oleh sekelompok massa yang menamakan diri mereka Gerakan Rakyat Kabupaten Bengkalis (Gerak) sempat memanas.
Ratusan massa yang berkumpul di Lapangan Tugu Bengkalis, Senin (21/08/2017), sekitar pukul 09.30 WIB siap bergerak ke arah Kantor Bupati Bengkalid untuk melakukan orasi. Namun sejumlah personil Pemuda Pancasila Kabupaten Bengkalis yang berada di luar Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut terkesan membuat pagar betis untuk menghadang. Spontan hal ini membuat sejumlah massa Gerak merasa tidak terima dihalangi.
Salah seorang massa Gerak, Hasanudin Afan mengaku heran dengan langkah MPC PP yang terkesan mencoba melakukan penghadangan. Bahkan Afan langsung turun tangan dengan mencoba menembus blokade massa. Polres Bengkalis yang mengawal aksi massa dan Rapat Kerja PP Kabupaten Bengkalis di Gedung Daerah, menengahi situasi dengan mempersilakan massa Gerak melanjutkan aksinya ke arah Kantor Bupati Bengkalis.
"Kita heran aja kok terkesan ada upaya penghadangan. Negara menjamin setiap warga negara bebas menyampaikan aspirasi dengan rambu-rambu yang sudah diatur dalam Undang-Undang,'' tanya Hasanudin, yang juga mantan Ketua MPC PP Bengkalis.
Salah seorang penanggung jawab aksi, Misri menyampaikan bahwa tujuan aksi yang dilaksanakan Gerak dalam rangka menjalankan fungsi kontrol masyarakat terhadap pemerintah.
"Ini adalah aksi damai yang kita lakukan sebagai kontrol masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan Kabupaten Bengkalis yang ada sekarang. Kita hanya melakukan aksi long march dari lapangan Tugu menuju Kantor bupati, Kejari Bengkalis, Polres Bengkalis dan DPRD Bengkalis. Tujuan kita semata sebagai wadah menyampaikan aspirasi atas kinerja pemerintah,'' ujar Misri.
Terpisah Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bengkalis, Riki Rihardi membenarkan insiden penghadangan antara PP dengan pengunjuk rasa mengatasnamakan Gerak.
Menurut Riki, insiden yang terjadi merupakan hal yang tidak dikehendaki. PP kala itu fokus dengan Rapat Pleno dan Rakercab di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut.
"Kita sebenarnya tidak ada keinginan karena kita fokus Rapat Pleno dan Rakercab. Hanya saja kawan-kawan terprovokasi dengan hal-hal yang tidak diinginkan bersama," ungkapnya saat diwawancarai sejumlah wartawan.
Menurutnya, penghadangan terjadi karena personel Pemuda Pancasila tidak terima pengunjukrasa membawa spanduk bergambar Ketua PP Bengkalis dalam aksi.
Guna meredam kemarahan Pemuda Pancasila, Riki Rihardi ikut turun untuk mengamankan.
"Sehingga saya juga harus turun untuk mengamankan kawan-kawan di lapangan," sebutnya.>*** #BENGKALIS