PEKANBARU, GORIAU.COM - Menindaklanjuti keinginan Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun untuk memperindah peninggalan bersejarah dan objek wisata Situs Candi Muara Takus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar sudah mengkalkulasikan perkiraan anggaran untuk tahap awal.

Dimana perbaikan akses jalan menuju candi harus diperbaiki. Karena harus dibuatkan jalan dengan dua jalur. Ditambah lagi anggaran untuk pemugaran candi. "Kurang lebih sebesar Rp92 miliar," kata Bupati Kampar, Jefry Noer.

Dirinya yang menghadiri Pelantikan Kakanwil Kemenkum-HAM Riau, Kamis (7/8/2014) kemarin, mengatakan, anggaran itu baru untuk tahap awal. "Karena memang pengembangan candi baru dimulai dari nol," sambung Jefry.

Saat ini akses menuju Candi Muara Takus baru mengandalkan satu jalur. Pembuatan dua jalur tersebut diyakini akan memberi kemudahan dan nilai lebih bagi masyarakat untuk mengunjunginya.

Candi yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau tersebut merupakan situs peninggalan bersejarah dari Kerajaan Budha Sriwijaya yang sangat termasyhur.

Selain mengangkat kembali keberadaan candi bersejarah tersebut, Pemprov Riau juga akan 'menyandarkan' kepentingan untuk memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat.

Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun sepertinya 'jatuh hati' dengan candi dengan sejarah besar tersebut. Terbukti saat dirinya melakukan peninjauan ke situs tersebut beberapa waktu lalu.

"Saya meninjau candi tersebut, sangat bagus dan cantik. Itu harus kita benahi dan tingkat nilainya. Masyarakat juga harus bisa merasakan keberadaan candi tersebut," kata Gubri.

Lebih dalam dimaksudkan Gubri, masyarakat harus diberikan kesempatan untuk meraup keuntungan dengan kesempatan berjualan di area candi tersebut. Tetapi dengan tetap menjaga kebersihan dan keamanan candi.***