PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau terus menggenjot kesiapan operasional penyeberangan RoRo Dumai - Malaka melalui Tim Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan (Roll on-Roll off (RoRo)) Lintas Dumai - Malaka. Rencananya RoRo yang melayani penyeberangan dua negara, yaitu Indonesia (Dumai, Riau) dan Malaysia (Malaka), direncanakan beroperasi akhir 2020.

Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi mengatakan, saat ini periu peningkatan kapasitas fasilitas dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Bandar Sri Junjungan, Kota Dumai, berupa breasting dolphin dan mooring dolphin, serta trestie.

"Saat ini tim juga sedang mempersiapkan kajian terhadap komoditi unggulan yang akan dibawa dan diangkut ke Malaysia dan Indonesia melalui penyeberangan RoRo Dumai - Malaka," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Minggu (18/8/2019).

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Ir HM Taufiq Oesman Hamid MT mengungkapkan, selain mempersiapkan dermaga dan komoditi yang akan diperbolehkan untuk dibawa, juga perlu mempersiapkan sarana di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan.

"Kita juga sedang koordinasi dan mempersiapkan aumber daya manusia, seperti Custom, Immigration, Quarantine and Security (CIQS). Sebagaimana persyaratan pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan luar negeri/internasional," ujar Taufiq.

Untuk mengantisipasi pergerakan angkutan penumpang dan angkutan barang akibat beroperasinya RoRo Dumai - Malaka, dikatakan Taufiq, perlu disusun dan dirumuskan formulasi SOP Operasional RoRo Dumai - Malaka untuk angkutan penumpang dan barang.

"Hasil terakhir rapat untuk kendaraan angkutan barang sementara dibatasi di wilayah Provinsi Riau, namun untuk kendaraan angkutan orang (bus pariwisata dan mobil pribadi) sesuai dengan asal tujuannya," kata Taufiq. Sedangkan kendaraan roda dua (sepeda motor) yang diperkenankan melintas, dengan tujuan pariwisata, serta olahraga.

Untuk dimensi kendaraan angkutan barang disesuaikan dengan peraturan panjang maksimal 12 meter yang berasal dari Indonesia dan 12,20 meter dari Malaysia.

"Untuk mengidentifikasi, setiap kendaraan yang melintas dari kedua negara ini akan dipasangkan stiker," jelas Taufiq. ***