
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Hutan luas serta banyak sungai berdampak pada sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta banjir di wilayah Kabupaten Pelalawan. Sehingga, sangat diperlukan sumber daya manusia (SDM) terlatih dalam penanganannya, salah satunya Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Seperti disampaikan Sekretaris Tagana Pelalawan, Muhamad Daud kepada GoRiau.com, Selasa (2/5/2015), usai melakukan konsultasi ke Dirjen Bencana Alam Kemensos untuk menyampaikan berbagai persoalan bencana yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.
"Pelalawan ini rentan terjadi Karhutla dan banjir. Hasil konsultasi kita itu, Kemensos menyarankan ke kita agar Tagana Provinsi dan Kabupaten bisa selalu bersinergi," tutur Daud.
Selain itu lanjut Daud, Kemensos juga menyarankan kepada Tagana Pelalawan agar segera mengirimkan nama-nama anggota Tagana yang sudah dilatih ke Kemensos agar bisa terdaftar.
"Kita diminta agar secepatnya merekomendasikan nama-nama anggota relawan kita ke Kemensos agar terdaftar. Mereka meminta jangan yang abal-abal, sebab kegiatan yang dilakukan itu mengunakan dana APBD. Kemensos sendiri adalah sebagai payung hukum Tagana," bebernya.
Sebut Daud, saat ini Tagana Pelalawan baru memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih aktif dan terdaftar di Kemensos sebanyak 23 personel. Sedangkan sebanyak 108 orang merupakan relawan, karena belum terdaftar di Kemensos.
"Para Tagana ini terlatih dalam evakuasi, dapur umum, operasional kendaraan lapangan dan penanganan pasca bencana," kata Daud menutup.(***)