PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan pegawai negeri sipil (PNS) memadati halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (1/9/2015). Seluruhnya melaksanakan apel upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-68 seperti biasanya. Namun apa yang berbeda pada peringatan tahun ini?

Ya, seluruh peserta upacara, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman sebagai Inspektur Upacara menggunakan masker sepanjang acara berlangsung.

Kabut asap tebal yang mendera Riau, terutama Kota Pekanbaru beberapa waktu terakhir semakin memperburuk kondisi, termasuk masalah kesehatan. Terdata, setidaknya sudah ada sebanyak 1.228 jiwa yang terserang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Namun sejauh ini, Plt Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman masih menuding sebagian besar kabut asap yang ada di Riau merupakan kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan.

"Kita juga memiliki hotspot dan titik panas, tetapi kemungkinan (asap) juga kiriman dari provinsi tetangga," kata Andi Rachman usai pimpin upacara, Selasa (1/9/2015).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, hujan buatan dengan penyemaian garam melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hampir setiap hari dilaksanakan oleh Tim Satgas Karhutla Riau. Sejauh ini, sudah 111 ton garam ditabur di langit Riau.

Termasuk 'water bombing' (pemboman air) yang sudah ditumpahkan sebanyak 13,7 juta liter air. Ancaman karhutla sendiri diprediksi akan terus meningkat hingga November 2015.

Cuaca makin kering dan intensitas hujan semakin kecil, sehingga peluang terjadinya kebakaran lahan semakin besar. Pola 'hotspot' di Sumatera dan Kalimantan mencapai puncak September-Oktober 2015.***