
SOLO - Kongres X Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Hotel Sunan, Solo, Jawa Tengah, Senin (27/11/2017) dinihari, memutuskan memilih Abdul Manan dan Revolusi Reza alias Revo sebagai Ketua Umum (Sekum) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) AJI Indonesia periode 2017-2020.
Selain dengan Revo, pada penjaringan calon, Manan juga diusulkan berpasangan dengan Iman D Nugroho, Syofiardi, Aryo Wisanggeni dan Dandhy Dwi Laksono, Namun Manan memilih berpasangan dengan Revo.
Ada pula AJI Kota yang mengusulkan pasangan Dandhy Dwi Laksono-Syofiardi dan Arfi Bambani-Aryo Wisanggeni saat penjaringan calon. Namun Dandhy dan Arfi menyatakan menolak dicalonkan.
Manan merupakan redaktur majalah Tempo, sedangkan Revo menjabat sebagai Newsgathering Head di CNN Indonesia. Manan dan Revo akan melanjutkan kepemimpinan Ketum dan Sekjen AJI Indonesia periode 2014-2017, Suwarjono dan Arfi Bambani.
Dalam sambutan perdananya, Manan mengatakan, akan menjalankan tiga program prioritas, yakni peningkatan kapasitas AJI Kota, peningkatan kompetensi anggota AJI dan meningkatkan posisi tawar AJI.
Peningkatan kapasitas AJI Kota, kata Manan, akan dilakukan dengan memperbanyak kegiatan pelatihan, menciptakan metodologi pembelajaran yang sistematis dan menyusun modul-modul pelatihan keorganisasian.
Sedangkan untul peningkatan kompetensi anggota AJI, akan diintensifkan pelatihan skill jurnalisme dan menyusun modul-modul pelatihan wartawan. ''Bila keterampilan bertambah, maka posisi tawar jurnalis juga akan meningkat,'' ujarnya.
Untuk meningkatkan posisi tawar AJI, lanjut Manan, pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi program yang sudah dan akan dijalankan. Kemudian, juga akan memanfaatkan para alumni AJI yang menduduki jabatan strategis di berbagai lembaga.
''Baru-baru ini calon yang kita usulkan tidak lolos dalam seleksi pemilihan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Kita perlu mencari tahu, apakah strategi kita salah atau kita sudah benar,'' sebutnya.
Manan mengakui, tanpa dukungan AJI Kota, pengurus AJI Indonesia tak ada apa-apanya. 'Saya sangat mengharapkan dukungan dari semua AJI Kota. Karena tanpa AJI Kota, kita ini tak ada apa-apanya,'' ucap Manan.
Sementara Revo mengatakan, AJI merupakan bagi rumah bagi semua anggota AJI, yang perlu dibangun, dijaga dan dibesarkan bersama-sama. ''AJI ini rumah kita. Mari kita bangun, kita jaga dan kita besarkan bersama-sama. Saya perlu belajar banyak kepada teman-teman pengurus AJI Indonesia periode sebelumnya,'' ujarnya.
Kongres X AJI Indonesia Senin dinihari juga memilih lima anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) AJI Indonesia periode 2017-2020. Yang terpilih adalah: Dandhy Dwi Laksono (AJI Jakarta), Hasan Basril (AJI Pekanbaru), Nurdin Hasan (AJI Banda Aceh), Abdi Purnomo (AJI Malang) dan Sunarti Sain (AJI Makssar).***