
PEKANBARU - Lebih kurang sembilan jam lamanya tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau menggelar razia di dua lokasi terpisah, diantaranya Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II dan Pelabuhan Sungai Duku, Kota Pekanbaru, Kamis (24/11/2016) tadi.
Tercatat ada delapan pesawat domestik asal luar negeri jadi target pemeriksaan petugas BNN Riau di bandara SSK II, termasuk para penumpangnya. Hasilnya tidak ditemukan indikasi peredaran gelap narkoba, termasuk orang-orang yang disinyalir memanfaatkan transportasi udara untuk menyelundupkan narkotika.
Berlanjut, razia serupa juga digelar aparat BNN di Pelabuhan Sungai Duku. Setidaknya ada empat kapal cepat yang berlayar dari luar negeri diperiksa muatan (barang, red) serta penumpangnya. Hasilnya juga nihil. Tidak ditemukan peredaran narkoba lintas negara.
"Di bandara ada delapan pesawat via jalur domestik serta penumpangnya kita periksa. Di pelabuhan ada empat speedboat juga kita lakukan hal serupa. Tiga kapal dari Singapura dan satu lagi dari Malaysia," ungkap Kepala Bidang Penindakan dan Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun.
AKBP Haldun yang diwawancarai GoRiau.com (GoNews Group), usai razia Kamis petang mengatakan, razia tersebut setidaknya melibatkan 48 petugas gabungan, di mana 30 petugas dari BNN, dan sisanya melibatkan aparat kepolisian dari Polda Riau serta petugas bandara, imigrasi dan Bea Cukai.
"Tujuan razia ini untuk mengurangi dan menekan potensi peredaran gelap narkoba, khususnya akhir tahun, serta menutup semua jalan masuk, baik itu udara hingga akses laut. Kemarin kita gencarkan razia di kabupaten, sekarang targetnya di Bandara dan pelabuhan," ucapnya.
Razia tersebut, sambungnya, digelar tim gabungan sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB, Kamis petang. Tidak cuma memeriksa barang-barang mencurigakan, BNN bahkan membawa alat tes urine. "Antisipasi, jika ada penumpang mencurigakan, kita tes langsung," pungkas Haldun. ***