PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Hingga tahun 2013 ini, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Pelalawan tercatat sebanyak 69.615 orang. Jumlah tersebut berasal dari data Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pelalawan yang mencakup seluruh kecamatan yang ada di daerah ini. Dan dari jumlah tersebut, Kecamatan Pangkalan Kerinci terdata sebagai kecamatan yang jumlah peserta Jamkesda-nya terbanyak yakni 11.667.

"Jumlah kecamatan yang terbanyak sebagai peserta jamkesda itu terkait erat dengan jumlah masyarakat itu sendiri. Artinya, jika jumlah masyarakatnya banyak biasanya peserta jamkesda-nya pun banyak, begitu juga sebaliknya," terang Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Drs Darwis Alkadam M.Si, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan Diskes Pelalawan, Agus Subagio, SKM M.Kes di Pangkalan Kerinci, Selasa (26/3/2013). Agus mengatakan bahwa setelah Pangkalan Kerinci kemudian disusul dengan Kecamatan Kuala Kampar dengan data peserta jamkesda sebanyak 11.037, Pangkalan Kuras 10.421 jiwa, Ukui tercatat 7.019 masyarakat yang menjadi peserta jamkesda, Kerumutan 5.434 jiwa, Teluk Meranti tercatat 4.193, Kecamatan Pangkan Lesung masyarakat yang terdata sebagai peserta jamkesda sebanyak 3.849.

"Kemudian Kecamatan Pelalawan 3.797 jiwa, Kecamatan Langgam 3.592, Bandar Petalangan 3.220, Bunut 2.942 dan terakhir Bandar Seikijang sebanyak 2.444," katanya.

Sampai saat ini, sambungnya, tujuan diberikannya Jamkesda di daerah ini adalah untuk meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat umum di Kabupaten Pelalawan agar tercapai derajat kesehatan yang optimal secara efektif dan efisien. Sedangkan tujuan khususnya yakni mendorong peningkatan pelayanan kesehatan yang terstandar bagi peserta, tidak berlebihan sehingga terkendali mutu dan biayanya.

"Untuk tahun 2013 ini sendiri, dana yang dianggarkan di APBD Pelalawan sendiri sebesar Rp 2.097.100.650. Tahun 2012 lalu, sebanyak 2,7 Milyar dana Jamkesda telah digunakan untuk mengklaim masyarakat di daerah ini yang menggunakan fasilitas Jamkesda. Jumlah dana Jamkesda sebesar Rp 2,7 M yang diklaim itu dimanfaatkan oleh 9.767 masyarakat," ungkapnya.

Tahun 2012 itu, lanjutnya, dari jumlah 9.767 masyarakat yang mengggunakan Jamkesda terbagi menjadi dua yakni untuk rawat jalan sebanyak 9.108 orang dan rawat inap sebanyak 659 orang. Dari jumlah rawat inap sebanyak 659 orang itu, 174 diantaranya dirujuk untuk rawat inap di Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru, sehingga secara otomatis mempergunakan Jamkesda Riau.

"Untuk pola pelayanan Jamkesda memang ada sharing budget. Artinya, jika pelayanan di tingkat Rumah Sakit kabupaten maka dibiayai oleh jamkesda Pelalawan, pelayanan lanjutan di atas RS Kabupaten dibiayai oleh jamkesda Provinsi Riau," katanya.

Ditambahkannya, sedangkan untuk pola pelayanan di tingkat Puskesmas maka seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan berhak akan fasilitas ini tanpa melihat kepemilikan kartu. Sementara pola pelayanan di Rumah Sakit sendiri, maka ada peserta Jamkesda yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu, masyarakat miskin pengguna SKTM dan ada juga gelandangan-pengemis (gepeng) serta anak dan orang terlantar dibuktikan dengan surat keterangan dari Dinas Sosial atau Kepolisian. (ilm)