PEKANBARU – Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) di Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Kamis (14/8/2025), menyita perhatian publik. Massa yang berseragam almamater biru langit itu awalnya berorasi di depan gerbang sejak pagi, namun situasi memanas hingga pagar kantor pemerintah jebol. Berikut rangkuman fakta menarik dari aksi tersebut:.

1. Dimulai dari Pagi hingga Enam Jam Menunggu Gubernur

Massa mulai memadati gerbang kantor Pemprov Riau di Jalan Cut Nyak Dien sejak pukul 10.00 WIB. Mereka bertahan di bawah terik matahari sambil menyuarakan sejumlah tuntutan, dari penolakan pembangunan pengadilan militer dekat kampus hingga desakan penanganan karhutla, perbaikan infrastruktur jalan, konflik agraria, dan kejelasan beasiswa provinsi. Empat jam berlalu, Gubernur Abdul Wahid tak kunjung muncul. Hingga akhirnya dua jam kemudian Wahid hadir di tengah kerumunan mahasiswa.

2. Pagar Gerbang Kantor Pemprov Riau Jebol

Ketegangan memuncak ketika massa mendorong pagar gerbang hingga lepas dari posisinya. Beberapa mahasiswa bahkan mengikat pagar dengan tali dan menariknya. Sorakan “Hidup mahasiswa!” menggema di tengah kerumunan. Sebelumnya Gerbang kecil yang biasa dilalui pejalan kaki telah jebol terlebih dahulu.

3. Sebelum Menemui Mahasiswa Gubernur

Sedang Hadiri Acara Pengukuhan BKN Saat massa menunggu, Gubernur Wahid ternyata berada di VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Qasyim untuk menyambut Menteri BKN RI. Ia juga menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Regional XII BKN.

4. Isu Pengadilan Militer Dekat Kampus Unri Jadi Sorotan

Salah satu tuntutan paling disorot adalah rencana pembangunan pengadilan militer di Jalan Naga Sakti, tepat berdampingan dengan area kampus Unri. Rencana ini diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Wahid mengaku belum menerima informasi detail dan akan berkonsultasi dengan rektor.

5. Gubernur Mempersilakan Mahasiswa untuk Demo

Kepada wartawan, Wahid menanggapi aksi itu. “Ya, demo silakan saja. Artinya kan menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

6. Aksi Berakhir Setelah Dialog Langsung dengan Gubernur

Menjelang sore, Gubernur akhirnya menemui mahasiswa bersama Ketua BEM Unri Ego Prayogo. Wahid menjawab tuntutan satu per satu. Ia memastikan beasiswa provinsi sudah diumumkan hari ini di masing-masing kampus, keterlambatannya disebabkan persoalan teknis anggaran. Soal karhutla, Wahid mengklaim pemerintah sudah berjibaku memadamkan api dengan lima helikopter water bombing. Usai dialog, massa membubarkan diri secara tertib. ***