PEKANBARU, GORIAU.COM -BMKG Stasiun Pekanbaru kembali mencatat pertumbuhan titik panas yang terjadi di Sumatera. Data terakhir terdapat 138 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi. Yakni ada di Riau ditemukan 38 titik, Sumut 4 titik, Sumbar 11 titik, Jambi 5 titik, Sumatera Selatan 67 titik.

Kepada wartawan, Senin (1/10/2012) saat ditemui diruangan kerjanya di Kompleks SSK II, Kelompok Analis BMKG Stasiun Pekanbaru ini mengatakan Provinsi Bengkulu terdeteksi 5 titik, Lampung 8 titik, Bangka Belitung 8 titik, Kepri 2 titik panas. ''Hal ini juga mengakibatkan suhu panas belakangan ini semakin dirasakan menyengat tubuh,'' kata Sanya berharap hentikan Karhutla.

Sanya dikesempatan itu juga merinci khusus jumlah titik panas yang terjadi di Riau. Dimana sebanyak 38 titik panas itu tersebar di delapan kabupaten/kota. Yang diantaranya di Rokan Hulu ada 1 titik panas, Rokan Hilir ada 1 titik, di Dumai ada 2 titik, Pelalawan ada 7 titik.

Begitu juga sebutnya di Kampar 2 titik, Meranti 3 titik, Indragiri Hilir 10 titik, Kuantan Singingi 2 titik panas. ''Titik panas ini akan diprediksi terus bertambah hingga beberapa hari kedepan. Mengingat saat ini minimnya curah hujan," terang Sanya.

Jadi Musim Panas

Saat ini Riau mestinya mengalami musim hujan, tapi yang terjadi ternyata musim panas. Kondisi ini akan terjadi dalam dua pekan mendatang. Perubahan ini terjadi akibat gangguan cuaca di Filipina yang mengakibatkan sebahagian wilayah Riau terjadi pembelokan angin yang signifikan.

''semestinya saat ini musim penghujan, tetapi berakibat intensitas ringan. Sehingga berbuntut munculnya titik panas,'' kata Kelompok Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami kepada wartawan, Senin (1/10/2012) saat ditemui di ruangan kerjanya di Kompleks SSK II.

BMKG Stasiun Pekanbaru juga mencatat terjadi pertumbuhanya titik panas. Hal ini akibat terjadinya gangguan cuaca di Filipina, maraknya kemarau ini berbuntut terjadinya kebakaran hutan atau lahan (Karhutla) yang sehingga menimbul bencana kabut asap," terangnya.

''Suhu panas yang belakangan ini dirasakan menyengat. Karena saat ini suhu udara terdeteksi berada diposisi 35-38 derajat celsius. Ini, disebab adanya gangguan cuaca badai tropis diperairan Filipina yang dikenal itu Badai Tropis Jelawat,'' kata Sanya Gautami. (rdc)